Liburan ke Bali, Paket Tour & Wisata Bali, Water sport Tanjung Benoa, Rafting, Seawalker, sewa mobil, Seafood Jimbaran
Liburan ke Bali dan Paket Tour Bali menyediakan sewa mobil dan motor murah bali, paket watersport Tanjung Benoa, Seawalker, Ayung Telaga Waja Rafting, quicksilver cruise bali, bali hai cruise, tiket kecak barong dan paket tour Bali lainnya
Tanah Ampo
Posted on March 26th, 2011 by , under Informasi.
Tanah Ampo merupakan nama desa di kecamatan Manggis, Karangasem. Di sini terdapat pelabuhan kapal pesiar Tanah Ampo.
No Comments
Kapal Pesiar Asal Belanda Berlabuh di Tanah Ampo
Posted on March 26th, 2011 by , under Berita.
Kerjasama semua pihak, akhirnya pelabuhan khusus kapal pesiar Tanah Ampo, di desa Tanah Ampo, kecamatan Manggis, Karangasem memberikan hasil. Kapal pesiar pertama yang mengangkut ribuan turis asal Belanda akhirnya sampai di pelabuhan ini, walaupun tidak dapat bersandar langsung di dermaga.
Kapal pesiar ini sampai di Bali pada tanggal 25 Maret 2011.
Menurut informasi yang diterima team Balirc.com, panjang dermaga Tanah Ampo ini cuma 150 meter, sedangkan kapal pesiar ini memiliki panjang di atas 250 meter. Rata-rata kapal pesiar biasanya memiliki ukuran panjang minimal 300 meter.
Untuk itulah, usaha dan biaya untuk memperpanjang dermaga ini dibutuhkan, agar lebih banyak kapal pesiar bisa berlabuh di Tanah Ampo.
Diterima kabar, sejumlah kapal pesiar asal Jepang membatalkan berlabuh di sini karena masalah panjang dermaga. Kita akan lihat saja kapan hal ini bisa dilakukan. (br)
Foto : ilustrasi kapal pesiar.
No Comments
Padangbai
Posted on March 13th, 2011 by , under Objek Wisata.
Sejarah:
Padangbai terletak di daerah pemukiman padat/pinggiran dan diisolasi oleh celuk/teluk yang disebut Padang, yang telah digunakan sebagai pelabuhan selama bertahun-tahun. Nama Padangbai diambil dari teluk ini dan karena pengaruh bahasa Belanda, frase Padang Bay berubah menjadi Padangbai.
Lokasi:
Objek wisata ini terletak di Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, sekitar 53 km dari Amlapura. Selain sebagai tempat tujuan wisata terkenal, Padangbai adalah pintu gerbang dari dan ke Bali.
Fasilitas:
Warung makan, restoran kecil, dan hotel-hotel kecil tersedia, disamping fasilitas-fasilitas lain yang diperlukan wisatawan.
Deskripsi:
Padangbai merupakan suatu pelabuhan dimana kapal-kapal besar dan kecil melepaskan jangkarnya. Area ini dikembangkan sebagai objek wisata dengan beberapa atraksi yang dimilikinya, seperti pasir putih, lingkungan alam sekitar yang indah, panorama bawah air yang menawan. Disamping itu, kehidupan sehari-hari para nelayan dan keramaian di pelabuhan menjadi nilai plus daerah ini.
Objek wisata ini juga dikenal karena pura-pura keramatnya, Pura Silayukti dan Pura Tanjung Sari. Silayukti dibangun oleh Empu Kuturan. Disamping dua pura ini, terdapat pula Pura Penataran Agung, yang bertempat disebelah Barat Padangbai.
Sumber : http://www.karangasemtourism.com/id/lokasi_wisata/padangbai/
No Comments
Foto-foto Terbaru Pura Besakih
Posted on February 26th, 2011 by , under Photo & Video.
Foto-foto Terbaru Pura Besakih, pura terbesar di Bali (soon updated)
No Comments
Bukit Jambul, Karangasem
Posted on February 8th, 2011 by , under Objek Wisata.
Nama Bukit Jambul pertama kali diberikan pada saat invasi Belanda ke Indonesia oleh seorang wisatawan yang melihat sebuah bukit tinggi berdiri di sebelah selatan jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Klungkung dan Besakih. Di puncak bukit terdapat sebuah pura yang disebut Pura Pucak Sari yang dikelilingi oleh pepohonan besar. Sementara, di bawah kompleks pura terdapat panorama persawahan yang memukai. Ini membuat pepohonan terlihat seperti jambul.
Bukit Jambul terletak di desa tradisional Pesaban, Desa Nongan, Kecamatan Rendang. Bukit Jambul terletak 8 km dari Kabupaten Klungkung, 51 km dari Denpasar atau 15 km dari Pura Besakih.
Di objek wisata ini banyak terdapat warung dan restoran. Tempat parkir yang luas juga tersedia.
Bukit Jambul dikenal sebagai tujuan wisata yang mengagumkan karena kombinasi harmonis antara perbukitan, persawahan, lembah, dan panorama laut yang indah. Dari ketinggian bukit kita bisa menyaksikan keindahan alam di bawahnya.
No Comments
Pura Rambut Petung, Karangasem
Posted on January 16th, 2011 by , under Informasi.
Pura Rambut Petung, Karangasem
www.parisada.org – Pura Rambut Petung terletak di Desa Pakraman Pesedahan, Kecamatan Manggis, Karangasem dipercaya sebagai pura Kahyangan Jagat stana Batara/Dewa Sangkara. Masyarakat setempat percaya guna mohon perlindungan agar terhindar dari marabahaya, menggelar persembahyangan mengayu-ayu. Seperti menghindari usaha peternakan ayam dari wabah flu burung, digelar mengayu-ayu, tirtha dimohon dari pura ini lalu dipercikkan ke pekarangan dan lokasi kandang peternakan.
Selama ini selain pangempon utama krama Desa Pakraman Pesedahan, juga pura setempat disungsung dari krama di desa sekitarnya seperti Tenganan Dauh Tukad, Sengkidu termasuk Nyuh Tebel dan sekitarnya. Klian Desa Pakraman Pasedahan Nyoman Wage, S.H. belum lama ini di desa setempat mengatakan, pura ini sudah diketahui keberadaannya tahun 1021. Hal itu dapat dibuktikan dari prasasti dan teks yang diterjemahkan dari Leiden, Belanda baru diperoleh 1985.
Dulu raja Bali yang berpusat di Gelgel, Klungkung ketika masa pemerintahan Ida Dalem Pasuruan, mengutus I Gusti Ngurah Tenganan serta empat pengiring dan pasukannya menjaga dan mapekeling (mengingatkan) kepada raja dan menggelar upacara di pura yang berlokasi di pebumian Pesedahan. Mereka kini dipercaya sebagai leluhur krama Pesedahan. Pura ini berlokasi di kaki Bukit Dulun Petung.
Disebutkan, setelah Dukuh De Mangku kalah perang dalam peperangan yang berkecamuk sekitar enam bulan, I Gusti Ngurah Tenganan menemukan tiga KK krama yang masih ada. Dengan jumlah krama yang terbatas, dirasakan tak cukup membentuk desa pakraman. Lantas dimohonkan krama kepada Raja Karangasem dan mereka ditempatkan di mel kelod (di selatan pusat desa) yang kini diperkirakan Banjar Karanganyar. Mereka itu diperkirakan berasal dari Subagan, Seraya, Perasi dan Macang.
Sampai kini, diketahui dua kali upacara besar yakni 100 tahun lalu, serta terakhir karya ngenteg linggih, nubung padagingan tahun 2005. Hal itu melihat dari kemampuan krama panyungsung.
Karya tahun 2005 itu disaksikan keturunan raja atau keluarga Puri Karangasem seperti AAB Ngurah Agung serta Cokorda Klungkung. Itu upacara yang berdasarkan petunjuk dari lontar yang ada. Sementara pujawali rutin tiap enam bulan saat Umanis Galungan. ‘Ketika itu dari Tenganan Dauh Tukad mengaturkan wewalian berupa gambang,’ ujar Wage.
Dikatakan, penyungsung pura itu kini lebih dari 500 KK. Pamangku di pura ini yakni Mangku Gede Nengah Sujati dan Mangku Ayu Nengah Supadmi. Sementara saat pujawali atau karya besar dibantu paguyuban pemangku di Pesedahan yakni 32 orang, terdiri atas para pemangku kahyangan desa, pemaksan dan dadia.
Di mana menjelang aci sambah, kata Wage, di Desa Tenganan Dauh Tukad atau Sengkidu, biasanya mendak tirtha di Pura Rambut Petung. Di pura ini dipercaya sebagai Stana Dewa/Batara Sangkara serta di kalangan krama penyungsung setempat dimanifestasikan Batara Gede Lingsir Rambut Petung.
Di antara sekian bangunan/pelinggih, terdapat Meru Tumpang Siya (sembilan) di kanan dan kiri ada Pelinggih Gaduh, tiga buah Padmasana masing-masing dua menghadap ke selatan dan satu ke barat.
Ada juga Gedong Sari, pelinggih putra-putri seperti Pelinggih Batara Ayu, Pelinggih Batara Segara, Batara Majapahit. Dibuatkan juga Pelinggih Batara di Sengkidu dan Mendira ketika tangkil ke ajine di Pura Ramput Petung.
Mohon Kesejahteraan
Wage mengatakan, sejumlah tokoh pernah tangkil dan mendapat panugerahan atau paica. Pamedek dari Lombok juga pernah ngaturang pakemit di pura ini. Selain itu, masyarakat Pesedahan dan sekitarnya mempercayai mohon perlindungan dan kesejahteraan akan terkabul. Ini terbukti, saat wabah flu burung atau gerubug ayam di daerah lain dan luar Bali, pengusaha peternakan ayam ras di Pesedahan tak sampai rugi besar. Bahkan bisa dibilang terhindar dari kematian massal akibat wabah.
Saat menangkal gerubug ayam, peternak menggelar upacara mengayu-ayu, mohon tirtha perlindungan dan air suci itu dipercikkan di rumah, keluarga dan sekitar areal usaha peternakan. Puluhan usaha peternakan ayam ras dari skala besar dan kecil merupakan andalan masyarakat Pesedahan dalam menghidupkan perekonomian krama-nya.
Saat puwajali, kata Wage, pamedek berdatangan dari luar desa seperti Selumbung, Padangkerta, Perasi dan Subagan Amlapura. Saat itu areal parkir tak memadai. Kini pangempon pura setempat merencanakan memugar panyengker keliling 225 meter dengan rencana anggaran sekitar Rp 500 juta.
Kahyangan Jagat
Pura ini oleh prajuru setempat diyakini sebagi kahyangan jagat. Hal itu termuat dalam Lontar Mpu Kuturan dan Lontar Padma Buana. Dalam Lontar Mpu Kuturan disebutkan dengan terjemahan (dikutip dari Proposal Pembangunan Penyengker Pura Kahyangan Jagat Rambut Petung Desa Pakraman Pesedahan).
Di sana juga dijelaskan, tata cara melakukan persembahyangan bagi sang tri wangsa utama, brahmana, ksatria ratu yang boleh disembahnya Batara di sad kahyangan yang dibangun oleh brahmana dahulu, ksatria ratu beserta para menteri, wesya, sudra, yaitu Batara Giri Jagatnata, Batara Siwa Raditya, Batara Brahma, Wisnu, Iswara, stana Batara Siwa, Sadha Siwa, Parama Siwa dan Rambut Basukih, Erjeruk, Uluwatu, Watukaru, Pakendungan, Gowa Lawah, Rambut Petung, Tampakhyang, Sakenan, Panataran, itu sama-sama boleh disembah olehnya di samping juga menyembah leluhur yang sudah memasuki alam dewata dari sejak dulu, keturunan dari Batara Dwijendra, yang demikian itu tidaklah menyebabkan dosa baginya.
Sementara dalam Lontar Padma Buana disebutkan dengan terjemahan, keterangannya, sad winayaka (kelompok enam dewa) dinamai sad kahyangan sthana batara berbentuk padma di bumi, di Pulau Bali disungsung oleh Sang Bhuta Berdua. Selanjutnya tempat Batara Berdua menetap, inti padma di bumi bagaikan dasarnya alam, maka didirikan empat pura, maka itu genaplah sad kahyangan di Pulau Bali, juga berasal dari perhitungan Panca Brahma dalam batin sebagai berikut.
Sang yaitu sadya, aksobhya, Iswara jugalah dia arahnya di timur, letaknya di Pura Gunung Tampakhyang. Bang atau bhamadewa, ratnasambhawa, Brahma jugalah dia arahnya di selatan, letak puranya di Gunung Andakasa. Tang yaitu tat purusa, amittaba, Mahadewa juga dia arahnya di barat, letak puranya di Gunung Watukaru. Ang yaitu aghosa, amoghasidi, Wisnu jugalah dia, arahnya di utara letak puranya di Pura Gunung Pagadungan Tungtung.
Ing yaitu Isana, Siwa Wairocana letak puranya di tengah menjadi Batara Pratiwi bagaikan dasar berstana di Dalem Puri lalu dibuatkan pura sebagai sudut-menyudut berasal dari perhitungan pancaaksara yaitu. Nang, Maheswara terletak di tenggara berstana di Gowa Lawah. Mang, Ludra terletak di barat daya berstana di Pejeng. Sing, Sangkara di barat lfsaut letaknya di Rambut Petung.
* gde budana
No Comments
Jalan Ida Bagus Mantra
Posted on December 21st, 2010 by , under Informasi.
Jalan Ida Bagus Mantra adalah salah satu proyek jalan terbesar dan terpanjang di Bali. Jalan ini menghubungkan beberapa area seperti Gianyar, Klungkung dan Karangasem. Sampai akhir tahun 2010 ini, proyek jalan belum selesai.
No Comments
Alamat dan Telepon Kantor Pemerintah Kabupaten Karangasem
Posted on November 30th, 2010 by , under Informasi.
PEMERINTAHAN KABUPATEN KARANGASEM
Jl. Ngurah Rai No. 31 Amlapura 80811
Telp. 0363-21003 (hunting) Fax. 0363-21954 Email. info@karangasemkab.go.id
No Comments
Apakah Bisa Ikut Program Kapal Selam – Odyssey Submarine di Tanjung Benoa?
Posted on October 21st, 2010 by , under FAQ.
Pertanyaan :
Apakah bisa ikut program Kapal Selam – Odyssey Submarine di Tanjung Benoa?
Jawaban :
Sejak beberapa tahun yang lalu, paket wisata kapal selam satu-satunya di Bali, Odyssey Submarine, sudah dipindahkan ke Amuk, Karangasem. Dulu memang awalnya ada di Tanjung Benoa, karena tidak cukup banyak ada ikan yg menarik, akhirnya lokasi dipindahkan.
No Comments
Amlapura
Posted on October 7th, 2010 by , under Informasi.
Amlapura adalah ibukota kabupaten Karangasem. Nama kota ini sebelumnya adalah Karangasem, namun diubah setelah meletusnya Gunung Agung pada tahun 1963.
Amlapura dapat ditempuh dalam 2 jam perjalanan dari kota Denpasar.