Paket PROMO LIBURAN BALI - PAKET WISATA FAVORIT BALI 2012 - PESAN SEKARANG
Powered by MaxBlogPress 

Archive for 'Objek Wisata'

Pantai Nusa Dua

Posted on August 13th, 2010 by , under Objek Wisata.

Pantai Nusa Dua adalah salah satu pilihan tempat bersantai atau berlibur di kawasan Nusa Dua. Lokasinya dekat dengan Waterblow loh.

Pantai Nusa Dua memiliki pasir putih dan di sepanjang pantai banyak ada warung-warung yang menjual aneka makanan seperti tipat cantok (gao-gado khas Bali), rujak sambil duduk-duduk di bawah pepohonan rindang.

Selain duduk-duduk, cara lain menikmati keindahan suasana pantai adalah berjalan di pedestrian yang tersedia sepanjang pantai, menghubungkan ke beberapa hotel dan juga jalur ke Waterblow.

No Comments

Istana Tampaksiring

Posted on August 12th, 2010 by , under Objek Wisata.

Sebagai Istana Presiden yang kini berusia 46 tahun, Tampaksiring setidaknya didukung empat bangunan utama. Tiga di antaranya berupa wisma, masing-masing Wisma Merdeka seluas 1.200 m², Wisma Bima (2.000 m²), dan Wisma Yudhistira. Satu lainnya adalah bangunan serba guna.
Istana Tampaksiring adalah salah satu peninggalan monumental Presiden pertama RI, Soekarno. Gagasannya menjadikan Tampaksiring yang berhawa sejak sebagai Istana Presiden, meluncur tahun 1957. Penataan kawasan pun langsung dimulai saat itu. Namun, karena harus dikerjakan secara bertahap, bangunan seluruhnya baru rampung tujuh tahun kemudian, 1963.
Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira adalah bangunan pertama yang langsung rampung pembangunannya tahun 1957. Dua bangunan lainnya, Wisma Bima dan gedung serba guna, baru rampung tahun 1963. Istana itu dimanfaatkan sebagai tempat peristirahatan presiden bersama keluarga, juga bagi para tamu negara.

Istana Kepresidenan Tampaksiring berdiri atas prakarsa Presiden I Republik Indonesia, Soekarno, sehingga dapat dikatakan Istana Kepresidenan Tampaksiring merupakan satu-satunya istana yang dibangun pada masa pemerintahan Indonesia. Pembangunan istana dimulai tahun 1957 hingga tahun 1960. Namun, dalam rangka menyongsong kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN XIV (ASEAN Summit XIV) yang diselenggarakan pada tanggal 7-8 Oktober 2003, Istana Tampaksiring menambahkan bangunan baru berikut fasilitas – fasilitasnya, yaitu gedung untuk Konferensi dan untuk resepsi. Selain itu, istana juga merenovasi Balai Wantilan sebagai gedung pagelaran kesenian. Istana Kepresidenan Tampaksiring dibangun secara bertahap. Arsiteknya ialah R.M Soedarsono. Kini Tampaksiring juga memberikan kenyamanan kepada pengunjungnya (dalam rangka kepariwisataan) dengan membangun pintu masuk tersendiri yang dilengkapi dengan Candi Bentar, Koro Agung, serta Lapangan Parkir berikut Balai Bengongnya. Sejak dirancangnya / direncanakan, pembangunan Istana Kepresidenan Tampaksiring difungsikan untuk tempat peristirahatan bagi Presiden Republik Indonesia beserta keluarga dan bagi tamu-tamu negara. Kompleks Istana Kepresidenan Tampaksiring kini terdiri dari lima gedung utama dan satu pendapa. Gedung-gedung induk/utama Istana Kepresidenan Tampaksiring dibangun secara terpencar di atas lahan seluas lebih dari 19 hektar. Dua gedung utama diberi nama Wisma Merdeka dan Wisma Negara, tiga gedung utama yang lainnya diberi nama Wisma Yudhistira, Wisma Bima, dan ruang untuk konferensi, serta Balai Wantilan.
Wisma Merdeka – luasnya 1.200 M2 – terdiri dari Ruang Tidur I dan Ruang Tidur II Presiden, Ruang Tidur Keluarga, Ruang Tamu, Ruang Kerja, yang penataannya demikian indah, berhiaskan patung-patung serta lukisan-lukisan pilihan.
Wisma Negara – luasnya 1.476 M2 – terdiri dari Ruang Tamu Negara. Bagian utama Wisma Negara juga sama dengan bagian utama Wisma Merdeka; wisma ini dibangun di atas tanah berbukit dan kedua bukit yang menopang kedua wisma ini dipisahkan oleh celah bukit yang cukup dalam (lebih kurang 15 meter). Kedua wisma ini dihubungkan oleh jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 1,5 meter. Tamu – tamu negara dari negara-negara sahabat, yang datang berkunjung untuk membina persahabatan, selalu diantar melalui jembatan ini dari Wisma Merdeka ke Wisma Negara. Itulah sebabnya, jembatan ini disebut Jembatan Persahabatan.
Wisma Yudhistira terletak di sekitar tengah kompleks Istana Tampaksiring. Luasnya 1.825 M2. Wisma ini merupakan tempat menginap rombongan Presiden atau rombongan tamu negara yang sedang berkunjung ke Istana Tampaksiring; ruang-ruang atau kamar-kamarnya juga untuk tempat peristirahatan para petugas yang melayani Presiden beserta keluarga dan para tamu negara.
Wisma Bima terletak di sebelah barat laut Wisma Merdeka; luasnya 2.000 M2, rampung pada awal tahun 1963. Perabot yang berada di dalamnya tertata sesuai dengan fungsinya sebagai tempat beristirahat para pengawal serta petuga yang melayani Presiden beserta keluarga atau para tamu negara.

Wisatawan saat ini kalau ingin mengunjungi istana ini terlebih dahulu harus bersurat dulu ke Rumah Tangga Istana, karena Istana tidak dibuka untuk umum.

Sumber : gianyarkab.go.id

No Comments

Air Terjun Tegenungan

Posted on August 12th, 2010 by , under Objek Wisata.

Dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan yang datang ke Pulau Bali khususnya ke Kabupaten Gianyar, pelaku kepariwisataan harus mampu menyediakan dan mengembangkan bermacam–macam atraksi yang diperlukan untuk konsumsi para wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

Untuk mengantisipasi hal itu kini di tepatnya di lembah Air Terjun Tegenungan, Kemenuh pernah berdiri Bungge Jumping, yaitu tempat atraksi bagi wisatawan yang senang terjun dari ketinggian kurang lebih 50 meter, namun atraksi wisata tersebut saat ini sudah tidak beroperasi lagi tinggal sekarang panorama air terjun menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan nusantara dan mancanegara

Sumber : gianyarkab.go.id

No Comments

Pura Gunung Kawi

Posted on August 11th, 2010 by , under Objek Wisata.

Di desa Sebatu kecamatan Tegalalang Gianyar, tepatnya 40 km dari kota Denpasar. terdapat peninggalan zaman Bali kuno, berupa sebuah pura bernama pura Gunung Kawi.

Dari artikulasi dapat diuraikan menjadi 2 (dua), yaitu gunung yang berarti tempat yang tinggi, bukit atau tebing dan Kawi berarti kekawin atau sesuatu yang dibuat . Jadi pura Gunung Kawi adalah pura yang dibangun di tebing di sebelah barat sebuah pegunungan dimana pegunungan itu sekarang dikenal dengan nama desa Sebatu. Sebatu berasal dari urat kata Sauh berati terpeleset dan Batu berarti batu atau bebatuan. Konon pada jaman pemerintahan raja Mayadenawa yang sangat bengis dan tidak percaya adanuya tuhan, daerah ini merupakan lintasan pelarian Raja Mayadenawa dengan para pengikutnya menuju desa Taro, setelah terdesak dalam peperangan melawan para dewata yang mengejarnya, begitu pula ketakutan para penduduk asli kepada pengikut raja Mayadenawa, sehingga semuanya lari tunggang langgang dan terpeleset diantara babeatuan pegunungan (Sauh di batu). Sadar akan penduduk asli yang tidak berdosa dalam bahaya, maka dewa Wisnu memberikan sumber kehidupan bagi penduduk yang tidak berdosa dalam wujud air suci. Sebagai ucapan rasa syukur penduduk maka ditempat ini dibangun pura tempat pemujaan dewa Wisnu yang dikenal dengan nama Pura Gunung Kawi yang dilengkapi dengan pancuran-pancuran beraneka ragam fungsi seperti untuk air suci, mandi dan lain-lain.

Sumber : www.gianyarkab.go.id

No Comments

Museum Antonio Blanco

Posted on August 11th, 2010 by , under Objek Wisata.

Museum Antonio Blanco ini dimiliki dan didirikan oleh maestro pelukis terkenal dunia berasal dari Spanyol yang sudah tinggal di Ubud Bali, meskipun sang maestro telah meninggal dunia , namun pengelolaan museum masih di lanjutkan oleh putra nya yang juga seorang pelukis yaitu Mario Blanko. Bagi wisatawan domestic yang ingin mengunjungi museum ini dikenakan tanda masuk sebesar Rp. 30.000,- dan bagi wisatawan asing sebesar Rp. 45.000,-

No Comments

Taman Wanara Wana : Monkey Forest Ubud

Posted on August 11th, 2010 by , under Objek Wisata.

Diantara Desa Padang Tegal dan Nyuh Kuning, Kecamatan Ubud, Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, tepatnya 26 km dari Kota Denpasar, terdapat sebuah hutan kecil yang dihuni oleh ratusan Kera Bali yang cukup jinak dan dapat diajak bermain – main disaat para wisatawan menikmati liburan di kawasan Wisata Ubud, Gianyar Bali.
Selain tempat hidupnya kera Bali, hutan tersebut juga merupakan Kuburan Desa, yang sudah barang tentu di sebelahnya berdiri sebuah pura. Jadi sangatlah lengkap bila para wisatawan mendatangi tempat ini, maksudnya selain bermain dengan kera, wisatawan juga dapat melihat kuburan Bali dan pura dengan arsitektur Balinya. Dan bila tepat waktu sesekali dapat menyaksikan lengkap dengan upacara di pura (odalan) maupun upacara pembakaran mayat (ngaben).

Satu hal penting yaitu tidak mengganggu habitat monyet dan kita harus menyadarinya sebagi tamu di sana. Dan harus tetap berjalan di jalan yang aman.. monyet monyet akan menjadi sangat agresif apabila kita memasuki dan mengganggu wilayah mereka. Jangan sekali kali pernah mengganggu monyet monyet di sana apapun alasannya. Jika anda ingin memberikan makanan lakukan dengan hati hati dan jangan sekali kali menariknya lagi. Kita harus tetap menjaga kelestarian alam dan binatang di sana. Daerah ini adalah daerah keramat dan terdapat peninggalan purbakala di dalamnya. Cobalah untuk meikmati keindahan dan keajaiban tempat ini dan di waktu yang sama kita juga tetap menjaga dan menghargai kehidupan di dalamnya.
Kawasan ini berada di jalan utama kota Ubud mengarah kearah selatan berada di kaki sebuah bukit, dihuni oleh sejumlah kera yang selalu menunggu makanan yang akan diberikan pengunjung, kera-kera ini kadang-kadang marah jika pengunjung tidak memberikan apa-apa kepada mereka.Hutan seluas 8 hektar ini adalah salah satu pusat penangkaran monyet di Bali. Jalan setapak di antara rimbunnya pepohonan dan suara alam menyertai perjalanan mengelilingi hutan kecil ini selama 30 menit. Selain segerombolan monyet lucu yang berjalan, bergelantungan dan bermain di sepanjang jalan setapak, Anda juga dapat mengunjungi Pura Dalem Agung dan Pura Permandian Suci dengan 3 konsep pura. Pertama adalah Utama Mandala, yaitu tempat permandian para dewa. Pura kedua adalah Madia Mandala, di mana terdapat sebuah kolam suci.
Dan yang ketiga adalah Nista Mandala sebagai tempat permandian untuk umum. Sekedar mengingatkan, monyet-monyet di sini hanya bersahabat bila tidak diganggu. Berhati-hatilah jika memberi makanan dan jangan memakai aksesori. Tempat ini dengan mudah dicapai dengan menyusuri Jalan Monkey Forest di Ubud atau cukup dengan berjalan kaki hanya sekitar 15 menit dari Jalan Raya Ubud, Tarif masuk ke sanctuary ini adalah Rp. 10.000, untuk dewasa dan Rp. 5.000; untuk anak-anak.

Sumber : www.gianyarkab.go.id

No Comments

Museum Neka

Posted on August 11th, 2010 by , under Objek Wisata.

Museum Neka didirikan oleh Suteja Neka, seorang kolektor seni Bali, pada tahun 1975.Museum ini memiliki koleksi seni yang sangat bagus dan beragam yang dipertunjukkan kepada pengunjung secara apik. Museum Neka adalah tempat terbaik untuk mempelajari perkembangan seni lukis Bali.Museum ini memiliki beberapa ruangan antara lain ruangan yang memamerkan lukisan karya seniman local yang banyak dipengaruhi oleh kesenian wayang kulit.Pada bagian lain museum terdapat koleksi lukisan dari para seniman muda dari berbagai sekolah seni di Bali. Sedangkan di pavilliun Lempad dipamerkan berbagai lukisan karya seniman I Gusti Nyoman Lempad.
Museum ini merupakan tempat untuk memamerkan dan melestarika karya lukisan para seniman, baik para pelukis Bali sendiri, para pelukis Indonesia lainnya maupun para pelukis asing yang pernah menetap di Ubud
Kelurahan Ubud Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar sangat terkenal dengan para pelukisnya. Sepanjang jalan di sekitar ubud kita dapat lihat papan nama para pelukis disertai dengan keterangan singkat tentang reputasi dan gaya lukisan mereka. Salah satu

Kira-kira 2 km dari Pasar Ubud ke Barat ke arah jalan jurusan Payangan, kita akan dapat melihat di sebelah kanan jalan sebuah museum yang bernama Museum Neka milik Yayasan Dharma Seni. Jarak dari Gianyar 14 kilometer dan dari Denpasar 26 kilometer. Keadaan jalan cukup baik dan dapat dicapai melalui 2 jalur yaitu dari Banjar Tegaltamu terus ke utara melewati Singapadu, Singakerta, Kedewatan belok kanan, sedanmgkan dari Timur yaitu pertigaan Sakah ke Utara melalui Mas, Peliatan dan Ubud.

Museum Neka banyak dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara yang tinggal di Ubud dan sekitarnya maupun para wisatawan Nusantara, untuk melihat hasil karya para seniman dan juga yang ingin membeli lukisan sebagai cendera mata setelah mereka pulang ke negara atau daerahnya.

Sumber : www.gianyarkab.go.id

No Comments

Video Perang Pandan

Posted on August 11th, 2010 by , under Objek Wisata.

Video tradisi Perang Pandan di Tenganan, Karangasem. Ini adalah salah satu event favorit di kabupaten Karangasem dan banyak menarik kunjungin turis-turis. Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=85v_doiOwuE

No Comments

Pantai Secret Ketewel

Posted on August 10th, 2010 by , under Objek Wisata.

Dikalangan peselancar, nama pantai Secret tentu bukanlah nama yang asing lagi apalagi rahasia seperti namanya.

Pantai yang terletak di pinggir jalan by pass Tohpati – Kusamba, Desa Ketewel, Kabupaten Gianyar ini banyak diburu para peselancar baik dalam ataupun mancanegara.

Pantai ini dinamakan Pantai Secret mengingat dulunya tidak ada seorangpun yang mengetahui potensi ombak pantai ini, yang baik dipergunakan sebagai tempat surfing. Serang peselancar asal Sanur menemukan pantai Secret. Di tahun 1988, bersama dua orang peselancar dari Kuta rekannya, Mereka memberanikan diri untuk menjajal ombak di pantai tersebut.
Pantai Secret pada waktu itu masih sangat alami. Sebelum by pass Tohpati-Kusamba ada, untuk mencapai pantai tersebut, terlebih dahulu kita harus melalui terminal Batubulan.

Dari Batubulan, perjalanan kemudian diteruskan dengan melalui persawahan sampai tiba di komplek perumahan tak jauh dari pantai. Kendaraan kemudian diparkir di perumahan tersebut dan perjalanan kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki melewati sawah. Oleh peselancar Sanur, pantai ini kemudian diberi nama Sanur Secret Point.

Pada perkembangan selanjutnya, pantai ini makin ramai dikunjungi para wisatawan seiring dengan pesatnya jumlah kunjungan wisatawan terutama wisatawan asal Jepang yang berkunjung ke Bali. “Tahun 1994-1995 pantai ini sudah ramai oleh para peselancar terutama peselancar dari Jepang yang dibawa oleh peselancar dari Sanur. Tahun 1996, jalan menuju pantai ini sudah dibuka.

Pembangunan jalan ke tempat itu ditambah dengan promosi dari majalah-majalah surfing dunia, membuat Pantai Secret menjadi ramai dan tidak secret lagi. Waktu yang paling bagus untuk berselancar di pantai yang berpasir hitam ini, antara bulan Desember sampai April dan bertepatan dengan musim hujan. Pada saat itu, angin berhembus berlawanan dengan deburan ombak,”jelasnya. Di sepanjang Pantai Secret, paling tidak terdapat 10 point (tempat untuk berselancar). Namanya pun bermacam-macam seperti Coconut Beach, Pica Point , Little Nias, Biaung (secret point), Temple Point, Second Secret, Secret Tewel dan sebagainya.

Meskipun kondisi Pantai Secret seperti itu, lanjutnya, tempat tersebut masih tetap diburu para peselancar. Hal ini bisa dimaklumi mengingat Pantai Secret memiliki karakter ombak yang sangat bagus, baik untuk peselancar pemula ataupun peselancar pro.

Sumber : http://www.gianyartourism.com/id.opar.asp?lihat=opar&id=KC03&action=detail&idopar=P8250599

No Comments

Pantai Lebih

Posted on August 10th, 2010 by , under Objek Wisata.

Pantai Lebih dapat dicapai dari Jalan By Pass Ida Bagus Mantra, Gianyar

Pantai ini terletak di kawasan selatan gianyar, menawarkan keindahannya, dari pantai ini bisa melihat gambaran bentuk pulau Lombok dari barat karena pantai ini dibatasi oleh pulau Lombok pada bagian timurnya, apabila kita berada dipantai ini dan melihat ke selatan maka kita juga bisa melihat bentuk pulau Nusa Penida karena pantai lebih ini pada bagian selatannya dibatasi oleh pulau Nusa Penida.

Selain karena keindahan pantainya, bagi para wisatawan yang ingin menikmati sate languan, disinilah tempatnya. Disediakan banyak warung-warung lesehan yang berderetan dari barat sampai timur kawasan pantai lebih ini. Pantai ini juga diperuntukan bagi umat Hindu untuk melaksanakan upacara nangluk merana dan melis .

No Comments

« Older Entries   Recent Entries »