Paket PROMO LIBURAN BALI - PAKET WISATA FAVORIT BALI 2012 - PESAN SEKARANG
Powered by MaxBlogPress 

Archive for 'Objek Wisata'

Pantai Soka

Posted on October 14th, 2010 by , under Objek Wisata.

Pantai Soka sudah dikenal sejak lama, karena dilewati oleh jalan raya Denpasar-Gilimanuk. Keadaan pemandangannya sangat indah, dibagian barat dibatasi oleh perbukitan bersambung menjadi satu dengan GunungBatukaru di sebelah Utara. Di bagian Timur terlihat Gunung Agung dan Gunung Batukaru dan di sebelah Selatan adalah Samudra Indonesia dimana samar-samar di kejauhan terlihat Blambangan (Banyuwangi) di pulau Jawa. Sawah-sawah dan kebun kelapa yang subur menambah indahnya pemandangan di sini. Lebih lagi pada sore hari ketika matahari terbenam, di atas Pura Luhur Serinjong tidak ubahnya seperti di Tanah Lot.

Selain keindahan alamnya, Pantai Soka juga memendam seribu satu keajaiban alam dengan dongeng-dongeng purbakala. Di sana terdapat sebuah batu karang dikelilingi pasir dan air laut, berukuran lebih kurang 3 m, disebut “Payuk Kebo Iwa.” Payuk berarti periuk, jadi itu adalah Periuk milik Kebo Iwo. Di sebelah Baratnya, disamping Pura Luhur Serijong, terdapat batu karang yang persis seperti dapur penduduk asli, berukuran lebih kurang 1 x 20 m. Disanalah Kebo Iwa memasak dengan mempergunakan periuknya tersebut.

Dilihat dari mata awam, hal ini sangat masuk akal. Periuk yang besar dan Kebo Iwo yang konon menurut legenda adalah seorang pemuda Bali dengan ukuran tubuh yang tinggi besar, tegap dan sakti. Pura Luhur Serijong, dibangun hampir bersamaan dengan Pura Rambut Siwi di Jembrana dan Pura Tanah Lot, yakni pada abad ke XVI Masehi oleh Pedanda Bawu Rauh, serta mempunyai status yang sama.

Lokasi

Pantai Soka terletak di desa Antap, Kecamatan Selemadeg. Jarak tempuh dari Denpasar 45 Km dan dari Gilimanuk 84 Km, dilewati oleh jalan utama Jawa-Bali. Kendaraan yang lewat di sini sangat padat dari pagi sampai malam hari. Di sebelah Timur pantai Soka ini terdapat sebuah goa di tebing batu karang, disebut goa Bulung Daya ditempati banyak burung walet. Di bagian sebelah Barat terbentang kebun kelapa sepanjang pantai, di sini sudah ada sebuah penginapan “Balian Beach Bungalow” dan sungai (Tukad) Balian adalah tempat “Rufting” terbaik di Bali.

Fasilitas

Di pantai tersedia tempat parkir dan beberapa warung tempat makan-minum untuk melepaskan lelah. Pada hari raya dan bulan penuh (Purnama) pantai ini dipadati oleh pengunjung dan oleh umat Hindu yang sedang melaksanakan upacara keagamaan. Bagi yang senang memancing ke laut, dapat bergabung dengan nelayan setempat, memakai perahu tradisional yang memakai mesin tempel atau layar.

Sumber : http://www.iloveblue.com/bali_gaul_funky/artikel_bali/detail/770.htm

No Comments

Desa Sibetan

Posted on October 13th, 2010 by , under Objek Wisata.

Desa Sibetan adalah sebuah desa yang terkenal dengan perkebunan salak di Karangasem.

Desa ini telah dikembangkan menjadi desa Agrowisata.

No Comments

Tinggarsari

Posted on October 11th, 2010 by , under Objek Wisata.

Tinggarsari adalah sebuah nama desa, dengan view yang sangat bagus dan alami. Lokasi di kecamatan Busungbiu, Buleleng.

Desa ini memiliki beberapa objek wisata seperti Pura Batur Gangsian, Air Terjun Bangkiang Sidem, Jalur trekking dengan melewati persawahan dan perkebunan.

Desa ini akan dikembangkan menjadi tujuan wisata masa depan.

No Comments

Gunung Batukaru

Posted on October 8th, 2010 by , under Objek Wisata.

Gunung Batukaru dengan tinggi 2.275 meter, gunung ini menjadi salah satu alternatif bagi mereka yang gemar mendaki.

No Comments

Photo of The Week : Jatiluwih

Posted on October 8th, 2010 by , under Objek Wisata, Photo & Video.

Beberapa hari yang lalu, team Bali RC jalan-jalan ke daerah persawahan yang begitu luas adanya di daerah kecamatan Penebel, kamipun memasuki beberapa desa seperti halnya wisata land rover itu, diantaranya desa Mengesta dan juga Jatiluwih.  Jalanan menuju tempat ini banyak yang rusak, namun pemandangannya sungguh mempesona dan hijau. Di kejauhan Gunung Batukaru tampak gagah perkasa, menutup sebagian area pandangan kami.

Begitu banyak ada sawah di kawasan ini, pantas saja kabupaten Tabanan dikenal sebagai lumbung berasnya Bali. Berikut salah satu foto yang diambil di desa Jatiluwih, yang terkenal dengan view sawahnya..

No Comments

Trunyan

Posted on October 6th, 2010 by , under Objek Wisata.

Trunyan adalah nama sebuah desa di kawasan Kintamani, Bangli dengan sistem pemakaman yang unik. Jasad orang yang meninggal tidak dikubur dalam tanah, melainkan disandarkan di dinding bambu. Jasad-jasad tersebut tidak mengeluarkan bau, karena ada pohon hyang mengeluarkan bau harum.

No Comments

Pura Besakih

Posted on October 5th, 2010 by , under Informasi, Objek Wisata.

Pura Besakih adalah sebuah komplek pura yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Pura ini merupakan pura terbesar yang ada di Indonesia dan merupakan pura Ibu (pusat).

Komplek Pura Besakih terdiri dari 1 Pura Pusat (Pura Penataran Agung Besakih) dan 18 Pura Pendamping (1 Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya). Di Pura Basukian, di areal inilah pertama kalinya tempat diterimanya wahyu Tuhan oleh Hyang Rsi Markendya, cikal bakal Agama Hindu Dharma sekarang di Bali, sebagai pusatnya. Pura Besakih merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali.

Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar, terbanyak bangunan-bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dan semua pura yang ada di komplek Pura Besakih.

Di Pura Penataran Agung terdapat 3 arca atau candi utama simbol stana dari sifat Tuhan Tri Murti, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa yang merupakan perlambang Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara dan Dewa Pelebur/Reinkarnasi.

Sumber foto : www.kemoning.info

No Comments

Gunung Agung

Posted on October 4th, 2010 by , under Objek Wisata.

Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.142 meter dari permukaan laut. Gunung ini terletak di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem – Bali.

Gunung Agung adalah gunung berapi tipe stratovolcano, gunung ini memiliki kawah yang sangat besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan uap air. Dari Pura Besakih gunung ini nampak dengan kerucut runcing sempurna, tetapi sebenarnya puncak gunung ini memanjang dan berakhir pada kawah yang melingkar dan lebar.

Dari puncak gunung Agung,  kita dapat melihat puncak Gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok di sebelah timur, meskipun kedua gunung tertutup awan karena kedua puncak gunung tersebut berada di atas awan, kepulauan Nusa Penida di sebelah selatan beserta pantai-pantainya, termasuk pantai Sanur serta gunung dan danau Batur di sebelah barat laut.

Sumber foto : http://www.traveljournals.net

No Comments

Pulau Serangan

Posted on September 29th, 2010 by , under Objek Wisata.

Pulau Serangan dan Asal Usul

Serangan adalah sebuah pulau kecil yang terletak 5 km di sebelah selatan Kota Denpasar, Bali. Pulau yang memiliki panjang maksium 2,9 km dan lebar 1 km ini secara administratif termasuk wilayah Kota Denpasar, Bali.

Kata Serangan sering disebutkan berasal dari kata “sira” dan “angen”. Dulu, dalam pelayaran yang melelahkan dari Makassar, para pelaut itu sering singgah di Serangan untuk mencari air minum. Setelah minum di sana, mereka pun akhirnya terkena pengaruh sira angen — merasa sayang atau kangen dengan Serangan. Sehingga, tak sedikit dari pelaut Bugis itu memutuskan menetap di sana. Selanjutnya, mereka pun membentuk pemukiman yang dikenal dengan Kampung Bugis dan beranak-pinak hingga saat ini.

Pura Sakenan

Nama  Pura Sakenan berasal dari kata sakya yang berarti menyatukan pikiran langsung kepada Tuhan.

Menurut beberapa sumber,  kelompok tempat suci di Serangan dibangun oleh Mpu Kuturan pada abad ke-12 dan sebagian lagi oleh Danghyang Nirartha pada abad ke-15. Rupanya, para orang suci itu membangun tempat suci karena juga merasa sira angen dengan keindahan alam yang natural dan vibrasi spiritual Serangan. Maka, dibangunlah di situ tempat suci yang memiliki kekhasan arsitektur mirip dengan Pura Luhur Uluwatu yang berlokasi di ujung selatan Pulau Bali.

Dalam lontar “Usana Bali”, Pura Sakenan disebutkan dibangun oleh Mpu Kuturan (Mpu Rajakretha) pada masa pemerintahan Raja (suami istri) Masula-Masuli (Sri Dhana Dhirajalancana-Sri Dhana Dewiketu). Pada masa pemerintahannya di Bali (1178-1255), Raja Masula-Masuli banyak membangun tempat suci, di antaranya Pura Sakenan. Berdasarkan referensi itu, Pura Sakenan diperkirakan dibangun sekitar abad ke-12.

Sementara itu, dalam “Dwijendra Tattwa” disebutkan bahwa Danghyang Nirartha di tempat suci ini sempat melakukan penyatuan pikiran dan diri dengan Tuhan. Dalam perjalanan suci mengelilingi pantai-pantai di Pulau Bali, beliau sempat menetap di Serangan. Di situlah beliau membangun Pura Dalem Sakenan. Berdasarkan perjalanan suci Danghyang Nirartha di Bali sekitar tahun 1489 (pemerintahan Dalem Waturenggong), maka diperkirakan Pura Dalem Sakenan itu dibangun pada abad ke-15.

Kisah perjalanan Danghyang Nirartha ini akhirnya jadi tradisi masyarakat Hindu di seantero Bali di saat karya besar di Pura Dalem Sakenan yang bertepatan dengan Hari Raya Kuningan. Mengingat Pulau Serangan terpisah dari daratan Bali, para pamedek itu tangkil dari daratan Bali menuju Serangan dengan menaiki jukung. Saat air laut dalam kondisi surut, para pamedek harus siap berjalan kaki melewati semak belukar, menyisir hutan bakau yang panjangnya sekitar dua kilometer. Tradisi itu berlangsung dari masa ke masa.

Namun, ketika proyek reklamasi “menjamah” Serangan, tradisi itu pun menghilang. Perubahan besar terjadi. Sebuah jembatan megah membentang di situ, menghubungkan daratan Bali dengan Pulau Serangan. Seiring dengan perubahan itu, tenggelam pula ritualitas budaya dan tradisi masyarakat Bali saat melakukan persembahyangan ke Pura Dalem Sakenan. Tak ada lagi iring-iringan jukung sarat pamedek dan sarana prasarana persembahyangan lainnya membelah kebiruan perairan Serangan.

Kini, semua dilakukan serba pintas dan cepat. Jembatan penghubung itu membuat jukung tak lagi dilirik karena kendaraan roda dua dan empat bisa menjelajah Serangan dalam sekejap mata. Dan, seiring dengan reklamasi, menghilang pula predikat “Pulau Emas” dari Serangan. Pasalnya, reklamasi itu telah mengubah hamparan pasir kuning keemasan itu jadi hamparan kapur putih yang menyilaukan mata.

Dikutip dari berbagai sumber, salah satunya : http://erycloting.wordpress.com/2008/03/08/pulau-serangan-bali/

No Comments

Pantai dekat Pura Geger

Posted on September 20th, 2010 by , under Objek Wisata.

Sebenarnya saya kurang tau nama pantai ini, karena tidak ada papan petunjuk yang memberikan sebuah nama pada pantai ini. Apalah arti sebuah nama, kata banyak orang :)

How to get there

Pantai ini lokasinya di daerah Nusa Dua, ikuti saja jalan ke Hotel Nikko, kira-kira 200 meter sebelum Nikko ada jembatan berwarna kuning. Nah masuknya itu persis sebelum jembatan, ke kiri. Ada petunjuk yg berisi tulisan “Pura Geger”.

Masuk kira-kira 500 meter, kita akan sampai di parkir yang cukup bagus, dipaving lagi. Di sebelah pura Geger, ada sebuah restoran seafood, tapi ngga tau namanya karena tidak sempat masuk ke sana.

Akses menuju ke pantai, kita akan melewati semak belukar tapi gampang kok sejauh kira-kira 200 meter, turun tangga, lalu masuk lorong dan sampailah kita di pantai tujuan.

What to see

Pantai ini ukurannya kecil, tapi jumlahnya cukup banyak. Trus juga tidak terlalu ramai, jadinya cocok buat yg ngga mau ramai-ramai. Waktu pertama kali ke sini, pengunjung ada sekitar 10 orang, kebanyakan mencoba snorkeling..

Langit-langit dinding pantai terlihat indah dengan ukiran dari ombak-ombak yang menyapu pantai. Alami 100%!

Kalau cuaca bagus, kita bisa melihat bayangan-bayangan sunset, yang menghasilkan warna langit yg ngga kalah indah dari sunsetnya.

Foto-foto

No Comments

« Older Entries   Recent Entries »