Liburan ke Bali, Paket Tour & Wisata Bali, Water sport Tanjung Benoa, Rafting, Seawalker, sewa mobil, Seafood Jimbaran
Liburan ke Bali dan Paket Tour Bali menyediakan sewa mobil dan motor murah bali, paket watersport Tanjung Benoa, Seawalker, Ayung Telaga Waja Rafting, quicksilver cruise bali, bali hai cruise, tiket kecak barong dan paket tour Bali lainnya
Archive for 'Objek Wisata'
Makepung
Posted on December 20th, 2010 by , under Objek Wisata.
Makepung merupakan salah satu tradisi yang dimiliki warga Jembrana, Bali. Makepung berarti kejar-kejaran, dalam bahasa Bali. Tradisi makepung ini muncul awalnya oleh para petani, yang ingin mengisi kegiatan di sela-sela panen di sawah.
Tradisi makepung ini kini digelar beberapa kali dalam setahun dan bahkan dilombakan.
P.S :
Image : www.jembranakab.go.id
No Comments
Bali Zoo Park
Posted on December 15th, 2010 by , under Objek Wisata.
Bali Zoo Park adalah kebun binatang kecil yang ada di daerah sukawati. Sekitar 25 menit perjalanan dari denpasar .
Lokasinya bagus, pemandangannnya cukup indah.
Dulu sebelum ada Bali safari and Marine Park, katanya tempat ini cukup ramai. Sekarang memang terlihat agak sepi.
Terlepas dari ramai tidaknya, suasana di sini cukup bagus..
Tiket masuk seharga Rp.55.000 dan untuk anak anak setengah harga. Parkirnya cukup luas dan asri. Setelah membeli tiket di loket, kita mulai menyusuri apa yang ada di Kebun binatang ini.
Umumnya binatang yang ada , sama saja dengan kebun binatang lain. ada singa, rusa, kera,buaya, orangutan, burung,landak dan beberapa binatang lainnya. Yang paling spesial mungkin cuma jalak putih bali yang terkenal itu.
No Comments
Penelokan
Posted on December 14th, 2010 by , under Informasi, Objek Wisata.
Penelokan terletak di sebelah selatan desa Batur tengah, kecamatan Kintamani kira-kira 23 km dari kota Bangli atau 63 km dari Denpasar ibukota Propinsi Bali.
Sepanjang areal Batur memiliki pemandangan yang sangat menarik merupakan wilayah Kecamatan Kintamani yang terletak di bagian Utara Bangli. Penelokan adalah tempat yang terbaik untuk melihat pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur. Letaknya kira-kira 1500 meter dari permukaan laut yangdari tahun ke tahun memiliki temperatur ± 22o C di siang hari, dan 16oC di malam hari.
Banyak pengunjung baik domestik maupun internasional, memilih tempat ini untuk dapat menikmati udara pegunungan yang dingin dan segar. Tentunya hal ini sangat menyenangkan sambil menikmati pemandangan yang indah dengan lava hitam yang padat berasal dari letusan Gunung Batur pada tahun 1917 yang menghancurkan seluruh desa di sekitarnya.
Untuk itu kami bermaksud mengajak siapa yang senang berpetualang untuk mendaki sampai ke puncak. Keindahan kepundannya sunggu merupakan suatu lukisan yang indah.
Di samping keindahan panoramanya, kita juga dapat melihat indahnya Danau Batur dengan airnya yang jernih bagaikan kristal dan di lereng pegunungan anda dapat melihat kuburan yang unik, serta Barong Brutuk dari Desa Trunyan, yang mana tidak bisa ditemukan di tepat lain di Bali.
No Comments
Pantai Masceti, Blahbatuh
Posted on December 14th, 2010 by , under Objek Wisata.
Pantai Masceti adalah salah satu dari tiga obyek wisata pantai yang ada di wilayah kecamatan Blahbatuh,tepatnya di desa Medahan – Keramas kawasan ini memiliki daya tarik yang khusus karena di kawasan pantai ini sangat baik untuk melaksanakan wisata spiritual atau mencari keheningan jiwa ,di tepi utara pantai terdapat areal pura yang sangat disucikan oleh masyarakat sekitar karena di tempat suci tersebutlah masyarakat biasanya melaksanakan upacara untuk memohon kemakmuran serta melaksanakan upacara agama lainnya.
No Comments
Bupati Eka Deklarasikan Belimbing sebagai Desa Wisata
Posted on December 12th, 2010 by , under Berita, Objek Wisata.
Tabanan – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, mendeklarasikan desa Belimbing, kecamatan Pupuan, sebagai desa wisata, Senin (20/9) pagi. Bupati mendukung pendeklarasian ini, dengan harapan, masyarakat Desa Belimbing bisa menjadi pengelola objek wisata desa juga sekaligus penikmat kemanfaatan dari potensi wisata yang ada di Belimbing.
Bupati Eka Wiryastuti memberikan dukungan terhadap masyarakat Desa Belimbing yang kreatif dan inovatif dalam upaya menggali potensi yang ada, utamanya ekolgi Desa Belimbing. Bupati berharap nilai-nilai kearifan lokal agar dikembangkan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga Desa Belimbing sebagai desa wisata memiliki jati diri yang jelas.
Dalam mengembangkan potensi ini kedepan Bupati berharap bisa dijalin komunikasi dan koordinasi dengan komponen terkait. Pemerintah sebagai pemegang kebjiakan akan memberikan dukungan positif kearah itu, pelaku wisata diharapkan memberikan pembinaan, sehingga masyarakat setempat mengerti tentang dunia wisata. Dengan demikian, masyarakat setempat akan mendapat nilai positif, terutama dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pengembangan objek wisata, Sapta pesona merupakan hal penting yang harus diaplikasikan. Karena tujuh unsur tersebut memang hal yang sangat dibutuhkan oleh wisatawan bila berkunjung kesuatu objek wisata. “ Mereka membutuhkan rasa aman, tertib, bersih, indah, sejuk, masyarakat yang ramah tamah dan yang terpenting adalah sebuah kenangan terhadap objek wisata. Untuk itu saya berharap masyarakat Belimbing untuk bisa menciptakan souvenir khas Belimbing, sehingga mereka selalu terkenang dengan Desa Belimbing,” ujarnya.
Taban yang mengusung misi Sejahtera, aman dan Berprestasi (SERASI), juga terus berupaya berbenah dalam dunia pariwisata, khusunya infrastruktur yang banyak dikeluhkan kalangan wisata selama ini. “ Kita sadar infrastrukur kita masih perlu dibenahi. Secara pelan namun pasti hal itu akan kita lakukan,” imbuhnya.
Sementara itu Perbekel Desa Belimbing, I Gusti Nyoman Umardani mengatakan, Desa Belimbing memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang cukup guna pengembangan objek wisata desa. Namun yang penting menurut Umardani adalah pelestarian nilai-nilai budaya setempat, sebagai komoditi unggulan. “ Masyarakat kami kan dominan petani sawah dan petani kebun. Dalam menggeluti profesinya ada beberapa nilai budaya yang patut kami lestarikan. Dan nilai budaya itu yang kami jual sebagai komoditi unggulan kepada wisatawan,” ujar Umardani.
I Gede Ardika dari UN-WTO mengungkapkan, tokoh masyarakat dan masyarakat Belimbing memiliki semangat yang tinggi dalam pengembangan destinasi wisata setempat. “ Semangat menyama braya masyarakat Belimbing cukup tinggi. Tinggal sekarang bagaimana pihak terkait membuka peluang untuk itu ,” ungkap mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata itu.
Yang penting kata Ardika, upaya yang dilakukan masyarakat Belimbing diharapkan di samping bisa melestarikan nilai budaya setempat, juga dalam rangka meningkatkan mutu kehidupan masyarakat setempat. “ Yang penting adalah dari upaya kita bersama ini akann bermuara pada mutu kehidupan masyarakat. Oleh karenanya, kekuatan masyarakat sebagai modal fundamental harus benar-benar disinergikan dengan semua komponen terkait,” paparnya.
Masyarakat kata Ardika selain sebagai tuan rumah, juga sebagai pengelola dan sekaligus penikmat hasil upaya yang dilakukan. Oleh karenanya, kepedulian semua komponen terkait sangat dibutuhkan.
Pendeklarasian Desa Belimbing sebagai desa wisata ditandai dengan membubuhkan tanda tangan diatas kanvas oleh Bupati Tabanan, UN-WTO dan komponen terkait lainnya.
Sumber : http://tabanankab.go.id/berita/budaya-dan-pariwisata/356?task=view
No Comments
Tirta Empul
Posted on December 2nd, 2010 by , under Objek Wisata.
Pura Tirta Empul
Bali telah dikenal sebagai pulau seribu pura. Ada pura Besakih yang merupakan pura terbesar di Bali, Pura Uluwatu di kawasan Uluwatu dan masih banyak lagi. Di antaranya adalah pura yang satu ini. Dalam perjalanan menuju Kintamani, kita akan menyinggahi Istana Negara Tampaksiring terlebih dulu. Nah, tepat di bawah kawasan istana negara Tampak Siring inilah pura Tirta Empul berada.
Tirta Empul bermakna air suci yang menyembur dari dalam tanah.
Cerita awalnya bersumber dari sebuah prasasti Batu yang masih tersimpan di Desa Manukaya menyebutkan pura ini dibangun oleh Sang Ratu Sri Candra Bhayasingha Warmadewa di daerah Manukaya. Prasasti ini memuat angka tahun 882 caka (960 masehi). Di sini terdapat sebuah mata air yang sangat besar, yang hingga sekarang dikeramatkan oleh penduduk setempat. Kekunaan yang terdapat disini ialah sebuah lingga-yoni dan arca lembu.
Layaknya pura-pura lain di Bali, pura ini memiliki 3 bagian yang merupakan jaba pura (halaman muka), jaba tengah (halaman tengah), dan jeroan (bagian dalam). Pada Jabe Tengah terdapat dua buah kolam persegi empat panjang, dan kolam tersebut mempunyai 30 buah pancuran yang berderet dari timur ke barat menghadap ke selatan. Masing-masing pancuran itu menurut tradisi mempunyai nama tersendiri, diantaranya pancuran pengelukatan, pebersihan sidamala, dan pancuran cetik (racun).
Pancuran cetik (racun) dan nama Tirta Empul ada hubungannya dengan mitologi, yaitu peleburan Mayadenawa raja Batu Anyar (Bedulu) dengan bhatara Indra. Dalam metologi itu diceritakan bahwa raja Mayadenawa bersikap sewenang-wenang dan tidak mengizinkan rakyat untuk melaksanakan upacara-upacara keagamaan untuk memohon keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Setelah perbuatan itu diketahui oleh para dewa, maka para dewa yang dipimpin oleh dewa Indra menyerang Mayadenawa.
Akhirnya Mayadenawa dapat dikalahkan dan melarikan diri dan sampailah di sebelah utara desa Tampak Siring. Dengan kesaktiannya, Mayadenawa menciptakan mata air cetik yang mengakibatkan banyak para laskar bhatara Indra yang gugur akibat minum air tersebut.Melihat hal ini maka bhatara Indra segera menancapkan tombak dan memancarkan air dari dalam tanah. Tirta Empul dan mata air ini dipakai untuk memerciki para pasukan dewa sehingga tidak beberapa lama hidup lagi seperti sedia kala.
Metologi ini mungkin ada pengaruhnya dengan raja Majapahit ke Bali. Ekspedisi Patih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit yang datang ke Bali pada tahun 1314 digambarkan sebagai bhatara Indra dan bhatara Sri Astasura Bhumi Banten yang memerintah dan berkedudukan di Bedulu digambarkan sebagai raja Mayadenawa. Menurut cerita rakyat setempat, metologi Mayadenawa juga dihubungkan dengan hari raya Galungan yang jatuh pada hari Rabu Kliwon Dungulan. Galungan adalah lambang perjuangan antara Dharma melawan Adharma, kebenaran melawan kejahatan. Bertepatan dengan hari raya Galungan semua seni tari Barong sakral dari desa-desa yang ada di wilayah kabupaten Gianyar dimandikan dengan air suci Tirta Empul. Barong adalah lambang dari kebaikan.
Ceritanya menarik bukan? Tentu akan lebih menarik lagi kalau anda segera berkunjung ke tempat wisata ini sambil mengunjungi Istana Negara Tampak Siring.
P.S :
Image : www.asiaexplorers.com
No Comments
Air Terjun Tegenungan, Gianyar
Posted on November 21st, 2010 by , under Objek Wisata.
Air terjun Tegenungan ini berlokasi di desa Kemenuh, Gianyar. Dulu, di air terjun ini juga aktifitas menantang Bungy Jumping, tapi sekarang sudah beroperasi lagi.
Di seputar air terjun ini tidak diperbolehkan berenang karena cukup berbahaya.
Silakan klik pada foto, untuk memperbesar image.
P.S :
Foto : http://erhanana.multiply.com/photos/photo/21/1
No Comments
Rock Bar
Posted on November 19th, 2010 by , under Objek Wisata.

Salah satu bar yang paling spektakuler di Bali adalah Rock Bar. Sesuai namanya, bar ini berdiri kokoh di bebatuan menghadap ke lautan lepas Uluwatu yang sangat menantang. Bar ini tepatnya ada di Ayana Villa, Bali (awalnya bernama Ritz Carlton).
Rock Bar dapat dicapai dalam 45 menit dari Kuta, ke arah Jimbaran, lalu Four Seasons Hotel naik lagi..
No Comments
Monumen Puputan Margarana
Posted on November 9th, 2010 by , under Informasi, Objek Wisata.
Perjalanan kali ini kita akan mengenal objek sejarah dan juga tempat wisata di kabupaten Tabanan, yaitu Puputan Margarana. Perjalanan kurang lebih 30 menit dari pusat kota Tabanan dan 70 jam dari Kuta.
Hari itu hari minggu, hari libur dan kami ingin sekali mengetahui seberapa besar animo terutama anak-anak muda untuk berkunjung ke objek peninggalan sejarah penting ini. Dan…ternyata belum banyak juga, tapi syukur masih ada beberapa yang terlihat.
Sebelum memasuki tempat ini, di depannya tertera nama-nama prajurit yang gugur dalam perjuangan bersama I Gusti Ngurah Rai. Pasukan pendukung Gusti Ngurah Rai dikenal dengan nama “Ciung Wanara”.Totalnya kurang lebih 1372 dan pejuangnya berasal dari seantero Bali.
Beliau memiliki pasukan yang bernama “Ciung Wanara” melakukan pertempuran terakhir yang dikenal dengan nama Puputan Margarana. (Puputan, dalam bahasa bali, berarti “habis-habisan”, sedangkan Margarana berarti “Pertempuran di Marga”; Marga adalah sebuah desa ibukota kecamatan di pelosok kabupaten Tabanan, Bali)
Bersama 1.372 anggotanya pejuang MBO (Markas Besar Oemoem) Dewan Perjoeangan Republik Indonesia Sunda Kecil (DPRI SK) dibuatkan nisan di Kompleks Monumen de Kleine Sunda Eilanden, Candi Marga, Tabanan.
Memasuki kawasan ini, kita akan melihat monumen lengkap dengan photo pahlawan nasional ini. Di sebelah photo tertera surat dari Gusti Ngurah Rai yang ditujukan kepada Belanda (Nica) bahwa kemerdekaan adalah hak warga Indonesia dan kehadiran Belanda dan sekutu hanya menyebabkan penderitaan rakyat. Beliau juga menolak untuk berunding karena menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan di Jawa.
Ke dalam lagi, kita akan disuguhkan dengan sesuatu yang menarik. Ribuan nisan-nisan kecil lengkap dengan nama-nama yang gugur berjejer rapi. Jumlahnya juga persis seperti yang dilihat di depan tadi.
Ada juga perpustakaan yang menampilkan photo-photo dan kisah-kisah perjalanan dan perjuangan Gusti Ngurah Rai juga.
Untuk menghormati jasa-jasa beliau, nama I Gusti Ngurah Rai kemudian diabadikan menjadi nama airport satu-satunya di Bali dan juga jalan utama di Bali.
So, bagi yang tertarik untuk mengunjungi objek peninggalan sejarah tempat dimakamkannya pahlawan nasional Gusti Ngurah Rai, bisa datang ke tempat ini.
P.S :
Image : www.balihita.com
No Comments
Bali Mangrove Information Center
Posted on November 3rd, 2010 by , under Objek Wisata.

Salah satu flora penting yang melindungi Bali adalah Bakau atau Mangrove. Tanaman Mangrove ini bisa dijumpai mulai dari Jalan By Pass Sanur hingga Tanjung Benoa, terbentang puluhan kilometer dan jumlahnya cukup luas.
Kali ini kita akan berkunjung ke salah satu tempat wisata mangrove, Bali Mangrove Information Center. Lokasinya ada di Jalan By Pass Ngurah Rai Pesanggaran, dekat Simpang Siur.
Kalau di tempat lainnya, kita ngga bisa masuk ke kawasan Mangrove, tapi di sini kita berkeliling. Di sela-sela mangrove yang luas ini dibuatkan jembatan kayu yang bisa mengajak kita keliling-keliling dan menikmati suasana hijau.
Biar lebih jelas viewnya, di sini juga ada tower yang kita bisa naik dan melihat sekeliling lebih luas.
Di sini banyak yang memanfaatkan suasana adem untuk mancing, nongkrong aja atau pacaran
Tapi, wisata Mangrove ini bisa menjadi alternatif pilihan tempat wisata yang bebas polusi dan pastinya menghilangkan kepenatan.
P.S :
Image : www.komangwiratma.web.id
