Paket PROMO LIBURAN BALI - PAKET WISATA FAVORIT BALI 2012 - PESAN SEKARANG
Powered by MaxBlogPress 

Archive for 'Objek Wisata'

Sejarah Taman Nasional Bali Barat

Posted on November 11th, 2009 by , under Objek Wisata.

taman-nasional-bb1. Sejarah Kawasan

Pada tanggal 24 Maret 1911 seorang biologiawan dari Jerman, Dr. Baron Stressman yang terpaksa mendarat karena kapal Ekspedisi Maluku II rusak di sekitar Singaraja selama ± 3 bulan, menemukan burung Jalak Bali sebagai spesimen penelitiannya di sekitar Desa Bubunan ± 50 Km dari Singaraja. Kemudian pada tahun 1025 dilakukan observasi intensif oleh Dr. Baron Viktor von Plesen, atas pendapat Stressman yang melihat Jalak Bali sangat langka dan berbeda dengan jenis lain dari seluruh spesimen yang dia peroleh, dan diketahui penyebaran Jalak Bali hanya mulai Desa Bubunan sampai ke Gilimanuk seluas ± 320 Km2.

Untuk melindungi keberadaan spesies yang sangat langka yaitu burung Jalak Bali dan Harimau Bali, berdasarkan SK Dewan Raja-Raja di Bali No.E/I/4/5/47 tanggal 13 Agustus 1947 menetapkan kawasan hutan Banyuwedang dengan luas 19.365,6 Ha sebagai Taman Pelindung Alam / Natuur Park atau sesuai dengan Ordonansi Perlindungan Alam 1941 statusnya sama dengan Suaka Margasatwa.

Kawasan hutan Bali Barat dipandang memenuhi syarat untuk pengembangan hutan tanaman dibandingkan dengan bagian lain di Propinsi Bali (Menurut Brigade VIII Planologi Kehutanan Nusa Tenggara Singaraja, Tahun 1974). Sehingga sejak tahun 1947/1948 sampai dengan 1975/1976 di RPH Penginuman telah dilakukan pengembangan hutan tanaman dengan jenis Jati, Sonokeling, dan rimba campuran seluas 1.568,24 Ha. Tahun 1968/1969 sampai dengan 1975/1976 dikembangkan hutan tanaman Kayu Putih dan Sonokeling di RPH Sumberkima serta pada tahun 1956/1957 di RPH Sumberklampok telah dilakukan penanaman Sawo Kecik, Cendana, Bentawas, Sonokeling, dan Talok seluas 1.153,60 Ha. Dalam pelaksanaan penanaman ini dilakukan perabasan dan eksploitasi beberapa jenis hutan evergreen Sumberrejo dan Penginuman dan tebang pilih hutan alam Sawo Kecik di Prapat Agung.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur KDh Tk. I Bali No. 58/Skep/EK/I.C/1977 tahun 1977 tanah Swapraja Sombang seluas 390 Ha ditambahkan ke dalam kawasan sebagai pengganti kawasan yang terpakai untuk pembangunan Propinsi Bali dan kemudian SK Menteri Pertanian No. 169/Kpts/Um/3/1978 tanggal 10 Maret 1978 menetapkan Suaka Margasatwa Bali Barat Pulau Menjangan, Pulau Burung, Pulau Kalong dan Pulau Gadung sebagai Suaka Alam Bali Barat seluas 19.558,8 Ha.

Deklarasi Menteri Pertanian tentang penetapan Calon Taman Nasional Nomor 736/Mentan/X/1982 kawasan Suaka Alam Bali Barat ditambah hutan lindung yang termasuk ke dalam Register Tanah Kehutanan (RTK) No. 19 dan wilayah perairan sehingga luasnya mencapai 77.000 Ha terdiri dari daratan 75.559 Ha dan wilayah perairan ± 1.500 Ha. Namun pengelolaan UPT Taman Nasional Bali Barat sesuai SK Menteri Kehutanan No. 096/Kpts-II/1984 tanggal 12 Mei 1984 secara intensif hanya seluas 19.558,8 Ha daratan termasuk hutan produksi terbatas (HPT) dengan pembagian zonasi Zona Inti, Zona Rimba, Zona Pemanfaatan, dan Zona Penyangga.

Adanya konflik kewenangan di dalam kawasan TNBB, dimana pengelolaan HPT seluas 3.979,91 Ha adalah kewenangan Dinas Kehutanan Provinsi Bali, sehingga berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 493/Kpts-II/1995 tanggal 15 September 1995 luas Taman Nasional Bali Barat hanya sebesar 19.002,89 Ha yang terdiri dari 15.587,89 Ha wilayah daratan dan 3.415 Ha wilayah perairan sampai sekarang.

Penataan kawasan pengelolaan TNBB sesuai fungsi peruntukannya telah ditetapkan berdasarkan SK Dirjen Perlindungan dan Konservasi Alam No.186/Kpts/Dj-V/1999 tanggal 13 Desember 1999 tentang pembangian zonasi sebagai berikut :

* Zona Inti ; merupakan zona yang mutlak dilindungi, tidak diperbolehkan adanya perubahan apapun oleh aktivitas manusia kecuali yang berhubungan dengan kepentingan penelitian dan ilmu pengetahuan ; meliputi daratan selauas 7.567,85 hektar dan perairan laut seluas 455.37 hektar
* Zona Rimba; merupakan zona penyangga dari zona inti, dapat dilakukan kegiatan seperti pada zona inti dan kegiatan wisata alam terbatas ; meliputi daratan selauas 6.009,46 hektar dan perairan laut seluas 243.96 hektar
* Zona Pemanfaatan Intensif ; dapat dilakukan kegiatan seperti pada kedua zona di atas, pembangunan sarana dan prasarana pariwisata alam dan rekreasi atau penggunaan lain yang menunjang fungsi konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya ; meliputi daratan selauas 1.645,33 hektar dan perairan laut seluas 2.745.66 hektar
* Zona Pemanfaatan Budaya ; Zona ini dapat dikembangkan dan dimanfaatkan terbatas untuk kepentingan budaya atau relegi ; selauas 245,26 hektar yang digunakan untuk kepentingan pembangunan sarana ibadat umat Hindu.

2. Sejarah Organisasi
Pengelolaan hutan Bali Barat sebelum dikelola oleh Sub Balai Perlindungan dan Pelestarian Alam (PPA) Bali masih dalam pengelolaan Cabang Dinas Kehutanan Singaraja dan Jembrana sebagai unit dari Dinas Kehutanan Propinsi Bali, sedangkan unit pengelola terkecil wilayah yaitu RPH (Resort Pemangkuan Hutan) Penginuman, Sumberklampok dan Sumberkima.

Kawasan Suaka Alam berupa cagar Alam atau Suaka Margasatwa dikelola oleh Sub Balai Perlindungan dan Pelestarian Alam (PPA) / SBKSDA Provinsi Bali sebagai Unit Pelaksana Teknis Dirjen PPA dengan unit pemangku terkecil di lapangan yaitu Kepala Resort sebagai pelaksana pengamanan dan perlindungan, yang dikepalai oleh Kepala Sub Seksi / Rayon Kawasan Suaka Margasatwa Bali Barat / Sub Seksi Wilayah PPA yang setara Eselon V.

Bedasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 096/Kpts-II/1984 tanggal 12 Mei 1984 tentang Organisasi dan Tata Kerja Taman Nasional Bali Barat, Suaka Alam Bali Barat dikelola se bagai UPT Taman Nasional Bali Barat yang dikepalai oleh seorang Kepala yang setara Eselon IV, yang dibantu oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Pemanfaatan, Kepala Seksi Penyusunan Program. Sedangkan pelaksana teknis di lapangan adalah Kelompok Perlindungan, Pengawetan, dan Pelestarian.

Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 185/Kpts-II/1997 tanggal 31 Maret 1997 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Balai Taman Nasional dan Unit Taman Nasional, meningkatkan pengelolaan Taman Nasional sebagai Balai yang dipimpin oleh seorang Kepala Balai setara Eselon III, yang dalam pengelolaannya dibantu oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Konservasi yang membawahi tiga sub seksi wilayah konservasi (Jembrana, Buleleng dan Labuan Lalang). Dan untuk pelaksana teknis di lapangan dibantu kelompok jabatan fungsional yang teridi dari Fungsional Jagawana, Fungsional Teknisi Kehutanan Bidang Konservasi Jenis Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Fungsional Teknisi Kehutanan Bidang Konservasi Kawasan dan Lingkungan dan Fungsional Teknisi Kehutanan Bidang Bina Wisata Alam.

Nuansa otonomi daerah memerlukan desentralisasi koordinasi birokrasi sehingga pengelolaan Taman Nasional Bali Barat sesuai dengan Surat keputusan Menteri Kehutanan No. 6186/Kpts-II/2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Taman Nasional dibagi menjadi 3 wilayah pengelolaan yaitu Seksi Konservasi Konservasi Wilayah I di Jembrana, Seksi Konservasi Wilayah II di Buleleng dan Seksi Konservasi Wilayah III di Labuhan Lalang dengan Kepala Seksi sebagai pejabat pemangku Wilayah yang setara Eselon IV.

Sumber : www.tnbalibarat.com, situs resmi Taman Nasional Bali Barat

No Comments

Cerdasnya Lumba-lumba di Bali Dolphin Lodge

Posted on November 11th, 2009 by , under Objek Wisata, Photo & Video.

Untuk kamu-kamu yang ngefans abiss sama yang namanya Lumba-lumba atau dolphin, kini ngga perlu ke Lovina lagi. Aksi lumba-lumba terlatih dan pastinya jinak ini bisa dinikmati di pulau Serangan, dekat dengan Kuta atau Sanur. Sebelum ke sana, bisa lihat foto-fotonya dulu di bawah ini. Enjoy, guys!

dolphin-lodge1dolphin-lodge2dolphin-lodge3dolphin-lodge4

No Comments

Foto-foto Taman Nasional Bali Barat

Posted on November 11th, 2009 by , under Objek Wisata, Photo & Video.

Bagi kamu-kamu yang belum pernah berkunjung ke satu-satunya taman nasional yang ada di Bali, Taman Nasional Bali Barat, berikut sebagian foto-foto Taman Nasional ini. Selamat menikmati ya :)

taman-nasional-bali-barat1taman-nasional-bali-barat2taman-nasional-bali-barat21taman-nasional-bali-barat4

No Comments

Taman Nasional Bali Barat

Posted on November 11th, 2009 by , under Objek Wisata.

taman-nasional-bali-baratSatu-satunya taman nasional yang dimiliki Bali berlokasi di kabupaten Jembrana, 3,5 jam perjalanan dari Kuta.

Taman Nasional Bali Barat merupakan bentang alam yang luasnya 77.162,5 hektar. Taman Nasional Bali Barat ini merupakan kawasan perlindungan dan pelestarian alam yang mencakup hewan, tumbuhan, beserta ekosistemnya.

Binatang khas yang ada terdapat di kawasan ini adalah jalak putih Bali(leuoeopsar rhotsehildi) dan banteng (bos javanicus). Jenis tumbuhan khas yang tumbuh di kawasan ini addalah sawo kecik{manilkara kooki) dan lontar (borrassus flellifer).

Beberapa daerah di kawasan hutan ini merupakan objek rekreasi terbatas, diantaranya daerah Teluk terima, daerah Sumberrejo, dan daerah Stasion Relay Micro Wave di Klatakan.

No Comments

Nusa Lembongan

Posted on November 10th, 2009 by , under Objek Wisata.

nusa-lembonganNusa Lembongan merupakan salah satu pulau kecil yang terpisah dari daratan pulau Bali. Nusa Lembongan adalah deretan tiga pulau yang terletak di sebelah tenggara Bali, yakni Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Pulau Nusa Lembongan adalah yang terbaik dari kedua pulau yang lain. Pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Klungkung dan letaknya dipisahkan oleh Selat Badung dari pulau Bali. Meski hanya sebuah pulau kecil, Nusa Lembongan mampu menyuguhkan berbagai macam fasilitas rekreasi. Di pulau yang hampir berimpitan dengan Nusa Penida dan Nusa Ceningan itu kita akan disambut pantai berpasir putih dengan laut jernih dan berbagai jenis ikan berwarna-warni serta terumbu karang yang indah dan beraneka warna.

Daya Tarik Nusa Lembongan

Kondisi lingkungan yang masih asri serta dilengkapi beberapa fasilitas, siap memanjakan Anda untuk menikmati keasrian Pulau ini. Seperti hotel, bungalow, restoran, tempat pertunjukan kesenian, sampai objek wisata laut untuk menyelam dan menyaksikan keindahan terumbu karang di dalamnya.

Ada beberapa titik lokasi umum yang bisa dikunjungi di Nusa Lembongan, seperti perkampungan penduduk dan pasar kerajinan. Ada juga beberapa resort yang tersedia di Nusa Lembongan. Di Nusa Lembongan juga terdapat perkampungan tempat pembudidayaan rumput laut. Sebagian besar penduduk di Nusa Lembongan adalah petani rumput laut. Jadi sewaktu kita mengunjungi Pulau Nusa Lembongan, Anda akan melihat banyak sekali rumput laut yang sedang dijemur. Selain itu, pulau yang dihuni sekitar 4.000 jiwa ini, memilik objek wisata yang terkenal yaitu menyusuri Goa Gala.

Pulau Nusa Lembongan juga cukup populer bagi kalangan surfer atau peselancar. Bagi para penyelam, pemandangan terumbu karang di sekitar Pulau Nusa Lembongan begitu memukau. Anda juga dapat melakukan snorkeling dan diving di sini. Tersedia juga berbagai perlengkapan dan peralatan untuk melakukan kegiatan snorkeling dan diving atau menyelam yang dapat di sewa.

How to get There : Bali Hai Cruises dan Bounty Cruises

Untuk sampai ke sini, wisatawan dapat menggunakan perahu motor dari Pantai Sanur sekitar 2 jam berlayar menuju Jungutbatu di Nusa Lembongan. Alternatif lain yaitu dari Pelabuhan Benoa sekitar 1,5 jam perjalanan. Dari Pelabuhan Benoa menuju kawasan wisata Nusa Lembongan yang kini menjadi andalan Bali itu, ada dua kapal pesiar yang siap mengantar yaitu Bounty Cruises dan Bali Hai Cruises yang berangkat dari Ponton.

Selanjutnya untuk menjelajah Pulau Nusa Lembongan melalui perjalanan darat sudah bisa digunakan fasilitas mobil. Fasilitas transportasi darat di pulau tersebut sudah bisa dikatakan cukup baik karena jalannya sudah diaspal. Selama perjalanan menyusuri Pulau Nusa Lembongan, Anda dapat melihat rumah-rumah penduduk setempat dan tempat balai pertemuan di pulau ini. Tidak jarang pula ada wisatawan mancanegara yang mengendarai sepeda motor untuk menjelajahi pulau ini. Anda dapat menyewa sepeda motor maupun sepeda di Jungkutbatu untuk perjalanan mengelilingi dan menyelusuri Pulau Nusa Lembongan.

Foto : www.iloveblue.com

No Comments

Taman Kupu-kupu

Posted on November 8th, 2009 by , under Objek Wisata.

kupu-kupu-parkIngin melihat beraneka ragam spesies kupu-kupu di Bali? Datang saja ke Bali Butterfly Park atau Taman kupu-kupu.

Ini adalah taman kupu-kupu terbesar di Asia. Taman kupu-kupu ini terletak di Banjar Sandan, Wanasari, atau sekitar enam kilometer sebelah utara Tabanan. Di taman ini terdapat ratusan kupu-kupu dari lima belas jenis yang dikumpulkan dari seluruh Indonesia. Umumnya, jenis-jenis kupu-kupu ini sudah dilindungi, seperti jenis triodes Helena yang berwarna kuning dan ornithoptera priamus yang sayapnya berwarna kebiru-biruan.

Taman ini dibuat sebagaimana lingkungan alam asri yang digemari hewan bersayap indah ini. Ini dilakukan agar kupu-kupu dapat berkembang biak dengan baik. Karena itu, berbagai jenis bunga yang disukai kupu-kupu juga ditanam dalam taman yang ditutupi jaring ini.

Objek wisata alam seluas sepertiga hectare atau 35 are ini lebih dinikmati turis asing ketimbang dari wisatawan local. Kalau kamu mau berkunjung ke taman kupu-kupu ini sebaiknya datanglah pada pagi hari sebelum pukul 10.00 waktu setempat. Ini supaya kamu dapat melihat ratusan kupu-kupu berterbangan bersamaan hendak mengisap bunga. Untuk bisa menikmati keindahan beraneka ragam jenis kupu-kupu ini, wisatawan asing dikenai tiket masuk Rp12 ribu.

No Comments

Lukisan Khas Kamasan

Posted on November 7th, 2009 by , under Objek Wisata.

Apakah kamu pencinta lukisan tradisional yang kaya akan nilai seni dan estetis? Datanglah ke Kamasankamasan

Kamasan merupakan sebuah komunitas seniman lukisan tradisional di desa Kamasan, Klungkung. Gaya tersebut kemudian turut mewarnai geliat perjalanan seni lukis bali.

Masih menurut catatan sejarah, seni lukis wayang  ini berkembang di Kamasan dan daerah lain di Bali sejak zaman kerajaan Majapahit. Antara abad ke-14 hingga ke-18, Pulau Bali dikuasai para Dalem, raja-raja keturunan Sri Kresna Kepakisan dari Kerajaan Majapahit.

Selama Dinasti Kepakisan memerintah, Bali mengalami masa kejayaan. Sejarah mencatat, kekuasaan raja Bali zaman itu pernah meliputi pesisir Jawa Timur, Lombok, bahkan sampai Sumbawa. Salah satu Dalem yang paling dikenal adalah Sri Waturenggong, cucu Sri Kresna Kepakisan. Pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong ini, seni budaya di Bali mengalami masa pencerahan karena sang raja juga penggemar seni budaya. Kamasan dijadikan sebagai salah satu pusat kerajaan yang khusus mengurus seni budaya, pendidik, dan keagamaan.

Di Klungkung, tumbuh pula kesenian lain berupa seni ukir emas, perak dan yang terakhir seni ukir selongsong peluru. Meskipun medianya berbeda, namun ciri khas wayang Kamasan tetap kuat dalam karya-karya tersebut.

How to Get There

Kamasan dapat ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan dari Denpasar atau 1,5 jam dari Kuta.Untuk ke  sini kamu bisa menyewa motor atau sewa mobil juga . Kalau ngga tau jalan, bisa sewa mobil sekaligus driver juga.

Dari Kuta berangkatlah menuju Denpasar melalui jalan By Pass, dan ikuti jalan itu kearah Klungkung. Sampai di pesimpangan Batu Klotok, berbeloklah ke kiri, kamu akan sampai ke desa Gelgel. Dari Gelgel, kamu tinggal beberapa ratus meter saja menuju desa ini.

No Comments

Jalan-jalan di Desa Penglipuran

Posted on November 7th, 2009 by , under Objek Wisata.

Desa Penglipuran adalah desa yang memiliki tradisi unik dan nilai estetik yang patut Anda ketahui.penglipuran01

Desa Penglipuran, di kabupaten Bangli,  merupakan sebuah desa yang memiliki tatanan adat khas dan berbeda dengan desa – desa a lainnya yang ada di Bali. Ciri khas desa tersebut terletak pada angkul – angkul {pintu gerbang} rumah penduduknya yang seragam. Ada 76 angkul – angkul yang berjajar rapi dari ujung utara hingga selatan desa. Angka76 ini menunjukan 76 keluarga utama atau pengarep.

Selain angkul- angkul seragam, desa yang terletak sekitar lima kilometer di utara Bangli ini juga memiliki sejumlah adat dan tradisi unik lainnya. Salah satunya, pantangan bagi kaum lelakinya untuk beristri lebih dari satu atau berpoligami. Laki – laki Desa Penglipuran dididik untuk setia kepada satu pasangan saja. Di sini ada awig – awig (aturan adat) yang melarang praktik berpoligami. Jika melanggar, lelaki tersebut akan dikucilkan di sebuah tempat yang dikenal dengan nama Karang Memadu.

Yang menarik, selain bersih, design rumah-rumah penduduknya juga hampir sama dengan layout yang sama.

No Comments

Goa Gajah

Posted on November 5th, 2009 by , under Objek Wisata.

goagajahwww.balirc.com – Pura Goa Gajah ada di desa Bedulu,dapat ditempuh kira-kira 1 jam 15 menit perjalanan dari Denpasar. Objek wisata ini mudah di capai karena berada pada jalur wisata menuju Kintamani.

Pura inidikelilingi oleh persawahan dengan keindahan ngarai sungai Petanu. Di sekitarnya terdapat tempat – tempat bersejarah seperti Yeh Pulu, Samuan Tiga, Gedung Arca,Arjuna Metapa, Kebo Edan, Pusering Jagat, Penataran Sasih, dan lain – lainnya. Namun, hingga kini Pura goa Gajah belum diketahui asal usulnya secara pasti.

Asal-usul nama Goa Gajah merupakan perpaduan nama pura Guwa{ sebutan masyarakat setempat} dengan nama Kuno yang termuat dalam prasasti – prasasti yakni Ergajah Lwa Gajah yang diperkirakan nama – nama yang lazim di akhir abad ke-10 sampai akhir abad ke-14 {era Kertagama}.

Di pelataran pura terdapat petirtaan { tempat air suci } kuno yang terbagi atas tiga bilik. Bilik utara dan selatan terdapat arca pancuran sedangkan di bilik tengah hanya terdapat apik arca. Sekitar 13 meter sebelah utara petirtaan, terdapat gua pertapaan berbentuk huruf’ T’. lorong tersebut memiliki lebar 2,75 meter dan tinggi 2 meter. Di kiri – kanan lorong terdapat 15 buah ceruk untuk bersemedi. Pada ceruk paling timur terdapat Trilingga dan di ujung barat terdapat arca Ganeca.

Di halaman Pura Goa Gajah diketemukan pula penggalan bangunan yang belum bisa direkontruksi. Lebih kurang 100 meter di sebelah selatan petirtaan terlihat sisa – sisa percandian tebing. Sebagian kaki candi masih ada. Sebuah Chatra berpayung 13 tergeletak di tepi kaki itu. Badan candi itu memakai hiasan yang sangat indah. Ada pula bagian Chatra bercabang tiga. Dua buah arca Budha dengan sikap Dhinamudra, yaitu duduk bersila dengan kedua telapak tangan di pangkuan dan menghadap ke atas, diletakan berdekatan dengan ceruk yang hampir jebol. Berhadapan dengan percandian ini terdapat sebuah ceruk pertapaan pula. Di depan ceruk ini dibangun balai peristirahatan dan sebuah kolam.

Foto : www.richard-seaman.com

No Comments

Wisata Naik Gajah di Taro, Ubud

Posted on November 5th, 2009 by , under Objek Wisata.

Mau menikmati atraksi gajah-gajah cerdas dan mengundang tawa? Atau mau mencoba sensasi naik gajah? Semuanya ada di Taro, Ubud.
taro-ubudDesa Taro dapat ditempuh dalam waktu 45 menit dari Kuta dan sekitarnya. Di desa ini terdapat sebuah hutan desa yang dihuni oleh sekelompok lembu putih. Binatang ini di keramatkan oleh masyarakat setempat. Biasanya binatang ini menjadi pelengkap sarana upacara di Bali. Sebagai pelengkap, lembu putih tersebut dibawa ke tempat upacara dan oleh penyelenggara upacara dituntun mengelilingi areal upacar mulai dari arah timur ke selatan dab seterusnya sebanyak tiga kali.Upacara ini disebut dengan mapepada atau purwa daksina. Setelah upacara tersebut selesai lembu putih dikembalikan lagi ke hutan Desa Taro, setelah disuguhi berbagai sesajian.

Selain itu, di desa ini juga terdapat atraksi favorit yang cocok buat keluarga apalagi untuk anak-anak yaitu wisata naik gajah. Di sini kamu dapat menunggangi gajah berkeliling hutan melewati jalan setapak di sekitar Desa Taro.Gajah lucu dan cerdas ini akan memberikan banyak atraksi seperti melukis, main basket, memberi salam dan kalungan bunga dan lainnya. Jadi pasti seru banget ya :)

Biaya
Untuk menikmati wisata naik gajah di Taro, lihat di sini

How to Get There
Karena tidak ada angkutan umum yang ke sini, kamu bisa sewa mobil sama sopir di Bali RC. Hubungi saja 0361 923 2442

No Comments

« Older Entries   Recent Entries »