Paket PROMO LIBURAN BALI - PAKET WISATA FAVORIT BALI 2012 - PESAN SEKARANG
Powered by MaxBlogPress 

Archive for 'Informasi'

Lomba Foto Nasional – Public Health in Frame – Hari Kesehatan Nasional

Posted on July 8th, 2011 by , under Event, Informasi.

Closing Date: 15 September 2011. Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan Lomba Foto Nasional Kesehatan dengan mengambil tema Public Health in Frame. Adapun informasi lomba selengkapnya sebagai berikut:

Syarat dan Ketentuan:

1.  Lomba Terbuka Untuk Umum.

2. Foto diharapkan dapat menampilkan unsur-unsur kesehatan masyarakat, baik itu ditinjau dari sisi positif misalnya seorang ibu memberi anaknya ASI (Air Susu Ibu), menimbang bayi, olah raga, maupun unsur negatif yang sifatnya menjadi motivasi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

3. Foto dapat berupa kehidupan kesehatan sosial masyarakat, kegiatan di tempat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, Puskesmas, Posyandu dll

4. Lokasi Pengambilan foto dalam wilayah Republik Indonesia

5. Foto yang dikirim berupa softcopy dalam bentuk CD atau cetak ukuran sisi terpanjang maksimal 30cm.

6. Ukuran Foto :

* Foto dikirim dalam format JPEG

* Ukuran minimal per foto sisi terpanjang 3000 pixels, resolusi 300 dpi, quality 10.

* Penamaan file setiap foto : Nama_judul karya_nomor foto Contoh : HARZIL_MENJAGA KESEHATAN_01.JPEG

7. Pada setiap karya yang dikirim wajib mencaantumkan informasi sebagai berikut : Judul Foto/Nama Peserta/Nomor Telpon atau HP/alamat email.

8. Setiap peserta dapat menyerahkan foto warna atau hitam putih hasil karya sendiri maksimal 5 buah karya. Panitia berhak mendiskualifikasi karya foto, jika ketentuan bukan karya sendiri.

9. Foto belum pernah memenangkan lomba foto diberbagai event sebelumnya.

10. Semua hasil karya tidak diperkenankan menggunakan teknis infra red atau metode pengubahan warna lainnya.

11. Olah digital diperbolehkan sebatas perbaikan kualitas foto/editing minor (sharpening, cropping, colour balance, dodge/burn, dan saturasi warna), tanpa mengubah keaslian objek.

12. Tidak diperkenankan mengirim foto berupa kombinasi lebih dari satu foto atau menghilangkan/mengubah elemen-elemen dalam satu foto.

13. Model dan property release sepenuhnya menjadi tanggung jawab peserta. Pelaksana dan penyelenggara tidak bertanggung jawab atas tuntutan dari pihak foto model ataupun pihak lainnya sehubungan dengan materi foto yang diikutsertakan dalam lomba.

14. Foto yang dikirimkan tidak diperkenankan mengandung unsur provoaktif, pornografi dan SARA. Panitia berhak untuk mendiskualifikasi foto yang dianggap mengandung unsur-unsur tersebut.

15. Foto diterima paling lambat 15 September 2011, pukul 24.00 WIT di sekretariat panitia dengan alamat :

a. Kantor Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Selatan, Seksi Promosi Kesehatan

Jl. Perintis Kemerdekaan Km 11, Tamalanrea-Makassar 90245 Ph. 0411-590400 (selama Jam Kerja) atau

b. Warkop Dg. Anas

Jl. Pelita Raya – Makassar (sebelah Utara Kantor PU)

16. Pemenang akan dihubungi panitia dan penyerahan hadiah akan dilakukan pada acara pameran Foto KESEHATAN di mall GTC, Makassar.

17. Pemenang wajib menunjukkan identitas diri yang masih berlaku dan menyerahkan file hires.

18. Hadiah sudah termasuk kompensasi atas penggunaan foto-foto pemenang apabila foto tersebut digunakan untuk kepentingan pihak penyelenggara.

19. 100-150 karya foto nominasi akan dipamerkan pada pameran Foto kesehatan di mall GTC Makassar.

20. Keputusan juri Mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Dewan Juri :

Don Hasman (Fotografer Senior)

Ida Bagus Andi Sucirta (Fotografer Profesional Bali)

Mahfudz (Editor and Chief LionMag)

Yusuf Ahmad (Reuters)

Imran Sirajuddin (Irish Photo School)

Alem Febri Sonni (Dosen Fotografer Univ Hasanuddin)

Perwakilan Kementrian Kesehatan

Informasi Lomba :

HARZIL : 08114110047 / 0411-5600280

IJA : 081343911647

YAYUK : 0811449500

SEKRETARIAT : 0411-590400 (JAM KERJA)

Pemenang dan Hadiah:

Juara I : Kamera Canon 60 D KIT 18-55 + Uang Tunai Rp.2,5 Juta + Trophy + Sertifikat

Juara II : Kamera Canon 550 D KIT 18-55 + Uang Tunai Rp.1,5 Juta + Trophy + Sertifikat

Juara III : Kamera Canon 1000 D KIT 18-55 + Uang Tunai Rp.1 Juta + Trophy + Sertifikat

 

Juara Harapan I : Uang Tunai Rp.3 Juta + Trophy + Sertifikat

Juara Harapan II : Uang Tunai Rp.2,5 Juta + Trophy + Sertifikat

Juara Harapan III : Uang Tunai Rp.2 Juta + Trophy + Sertifikat

Favorit : Kamera Canon Ixus 115 + Trophy + Sertifikat

Sumber: https://dinkesbanggai.wordpress.com/2011/06/22/ikuti-lomba-fotografi-dalam-rangka-hari-kesehatan-nasional/

No Comments

Sekolah Pencetak Pengusaha

Posted on July 8th, 2011 by , under Informasi.

Sudah pernah mendengar Sekolah Pencetak Pengusaha (SPP) Jika belum, sesuai dengan namanya, sekolah ini akan mencetak sebanyak-banyak pengusaha di Bali dan Indonesia. Mau tau seperti apa programnya? Berikut liputannya.

Dengan kita menjadi pengusaha maka kita akan bisa menciptakan lapangan kerja yang bisa menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran, menurunkan tingkat kriminalitas dan mengurangi kemiskinan serta dapat meningkatkan kesejahteraan. Agar suatu bangsa menjadi makmur maka minimal 2% dari total jumlah penduduknya harus menjadi pengusaha, semua orang bisa jadi pengusaha asal tahu CARANYA ! Kenapa dari Sekolah Pencetak Pengusaha (SPP) bisa mencetak pengusaha sukses berikut beberapa alasan kenapa Anda harus bergabung dengan SPP ?

 

  • Garansi 100 % uang kembali jika 1 tahun tidak jadi pengusaha (syarat dan ketentuan berlaku).
  • Investasi sangat murah, hanya sekali seumur hidup dengan manfaat berkali-kali lipat.
  • Para pengajarnya adalah para pengusaha sukses dari berbagai latar belakang bisnis.
  • Materi yang diberikan adalah hal – hal praktis yang langsung dapat dipraktekan.
  • Siswa dibimbing langkah dami langkah hingga menjadi pengusaha
  • Ilmu yang diberikan nilainya ratusan juta bahkan milyaran, karena dengan ilmu yang Anda dapatkan memungkinkan Anda menjadi Milyuner.
  • Menghemat waktu, tenaga, uang dan pikiran untuk proses trial and error.
  • Konsultasi bisnis seumur hidup, langsung maupun tidak langsung.
  • Mempermudah mendapat peluang  bisnis dan partner bisnis.
  • Mendapat pangsa pasar  & saling melariskan usaha masing – masing.
  • Mendapat ID Card yang bisa dipakai untuk mendapat diskon dari perusahaan – perusahaan yang bekerjasama dengan SPP.
  • Membentuk kepribadian, sikap mental & pola pikir pengusaha.
  • Mendapat pencerahaan rohani sehingga Anda menjadi Pengusaha SUKSES & BAHAGIA.
  • Keanggotaan berlaku seumur hidup.
  • Mempermudah mendapatkan jodoh (bagi yg masih lajang)
  • Dan masih banyak manfaat lainnya

Info lengkap : www.sekolahpencetakpengusaha.com

No Comments

Lowongan Kerja Penulis Lepas (Freelance)

Posted on July 8th, 2011 by , under Informasi.

Segera dibutuhkan Lowongan Kerja Penulis Lepas (Freelance) yang mengerti tentang Bali, memiliki kemampuan yang baik dalam menulis dan tulisan artikel karya sendiri, tidak copy paste.

Kirim CV dan email ke : goldenstar.bali(at)gmail.com

No Comments

Resep dan Cara Membuat Babi Guling

Posted on June 25th, 2011 by , under Resep Masakan.

BAHAN :
Anak Babi (kucit) 1 ekor (berat sekitar 20 kg)

BUMBU :
a. Kunir 20 g
b. Kencur 25 g
c. Tangkai cengkeh 5 g
d. Jahe 25 g
e. Terasi 5 g
f. Garam secukupnya
g. Bawang merah 45g
h. Bawang putih 25g
i. Lombok 40g
j. Pala 10 iris
k. Kemiri 5 butir
l. Ketumbar 4 sendok teh
m. Merica 5 sendok teh
n. Daun salam 10 lembar teh
o. Daun belimbing 8 lembar.

CARANYA MEMBUAT :
1. Semua bumbu dicincang sampai halus lalu dicampur dengan minyak kelapa.
2. Babi disembelih dan dibersihkan bulunya dengan cara menyiram seluruh permukaan tubuh babi dengan air mendidih. Kuku-kuku kakinya juga dibersihkan.
3. Setelah bersih, semua isi perutnya dikeluarkan dengan cara membuka bagian bawah perut, setelah itu rongga perut dibersihkan.
4. Selanjutnya sebatang kayu dengan panjang sekitar 2 meter dimasukkan kedalam tubuh babi yang telah bersih melalui lubang pantat sampai keluar dimulutnya. Kayu berfungsi untuk memutar-mutar saat dipanggang.
5. Selanjutnya ke dalam rongga babi dimasukkan bumbu yang telah dipersiapkan sebelumnya, terus bekas lubang pada perut bagian bawah dijarit dengan benang.
6. Sebelum babi digulingkan di atas bara api, kulit babi diremas dengan minyak kelapa, lalu dipolesi dengan air kunir, dengan maksud setelah babi guling itu masak supaya berwarna kuning gading.
7. Proses selanjutnya adalah membuat bara api dari serabut buah kelapa pada suatu tempat yang telah dipersiapkan.
8. Jika bara api telah siap, di atas bara api itulah babi digulingkan secara perlahan-lahan sehingga mendapat panas yang merata. Caranya adalah dengan memutar-mutar tangkai kayu (penggulingan) ke kiri dan ke kanan secara bergantian.
9. Selama babi guling berada di atas baralah api diusahakan bara api tidak menyala atau tidak padam. Babi guling ditaruh di atas bara api sampai masak yaitu dengan tanda-tanda kulit babi menjadi berwarna kemerah-merahan dan kulitnya tampak empuk atau renyah.
10. Setelah matang, tangkai kayu ditarik, selanjutnya babi guling siap disuguhkan.

Sumber : http://dot-recipe.blogspot.com/2009/11/babi-guling.html

No Comments

Alamat dan Nomor Telepon Camel Safari di Bali

Posted on June 25th, 2011 by , under Informasi.

Alamat dan Nomor Telepon Camel Safari di Bali, silakan hubungi : 0361 7977824

No Comments

Jual Mobil Bekas : Grand Livina 2010 Akhir

Posted on June 25th, 2011 by , under Jual Beli Mobil.

Kutip iklan dari SINI. Siapa tau ada yang butuh mobil bekas (masih baru sebenarnya), Grand Livina tahun 2010 akhir. Info lengkap, please read below.

Over kredit, hanya bayar Rp 137 juta, sisa angsuran 17 x Rp 3.438.000,-
Baru pakai 6 bulan (dari akhir Des 2010), km masih 7800an. Beli dari baru di Nissan Gatsu. DK nomor antik. Asuransi all risk 2 th. Milik pribadi, sangat disayang, hanya punya 1 mobil ini.
Kaca film depan ganti pakai Huper Drei, jadi sangat adem dan kualitas bagus. Kaca samping dan belakang pakai solargard black solid. Mobil bersih dan rapi pakai full jok kulit, dan ada DVD tv, Non smoking driver.
Silahkan telpon saya langsung untuk penawaran dan lihat mobilnya, ke Putu 081337529499

No Comments

Apakah paket Tur Pulau Penyu (Turtle Island) Pakai Pelampung?

Posted on June 20th, 2011 by , under Informasi.

Pertanyaan berikut ini juga sering ditanyakan pengunjung www.e-kuta.com, terkait dengan keselamatan, apakah peserta tour Glassbottom Boat dan Pulau Penyu (Turtle Island) di Tanjung Benoa disediakan pelampung atau life jacket?

Jawaban :
Untuk setiap peserta GBB dan Pulau Penyu AKAN disediakan pelampung atau pulau penyu. Jadi jangan khawatir dengan keselamatan peserta.

No Comments

Harga Toyota Alphard Baru 2011

Posted on June 19th, 2011 by , under Informasi.

Buat yang mo cari kisaran harga beli Toyota Alphard 2011, berikut HARGA ALPHARD PER JANUARI 2011
Alphard 3.5 V AT = Rp. 1.118.000.000
Alphard 2.4 X AT = Rp. 812.000.000
Alphard 2.4 G AT = Rp. 912.000.000

No Comments

Kisah Sukses Pemilik Toko Oleh-Oleh Krisna Bali, Gusti Ngurah Anom

Posted on June 19th, 2011 by , under Informasi.

BARA AMARAH MEMBAWA BERKAH


Tak selamanya mereka yang nakal luar biasa saat kecil akan berakhir dalam kegagalan hidup di masa depannya.

Namun justru terkadang bila dsatang sebuah kesempatan dan kepercayaan yang dilandasi dengan rasa sadar maka siapapun mereka dengan masa lalu kelamnya akan dapat berubah menjadi sosok yang luar biasa yang siap menyongsong kesuksesan kehidupan barunya.

Gusti Ngurah Anom, begitu nama lengkap pria asl Buleleng 5 Maret 1971 ini lahir dan dibesarkan di daerah Tangguwisia, sebuah desa kecil di kecamatan Seririt, kabupaten Buleleng , Bali. Pak Anom lahir dari rahim Made Taman dan menjadi bungsu dari 7 bersaudara yang hidup sangat dekat dengan kemiskinan dalam kebersahajaan keluarga petani.

Tidak seperti kakak – kakaknya yang lainnya, Anom semenjak kecil memang terlihat berbeda, hiperaktif, bandel, agresif, lincah dan berwatak keras, ingin agar setiap permintaanya dikabulkan. Sikap berani dan keras kepalanya semakin menonjol, bahkan pada saat bersekolah di SDN 1 Tangguwisia. Mengabaikan pelajaran sekolah, tidak pernah belajar dirumah ataupun mengerjakan PR, melawan ajaran guru dan menjadi langganan mendapat hukuman di sekolah adalah hal biasa dalam keseharian Anom. Karena perilakunya ini, Anom kecil cenderung dianggap sebagai sumber kenakalan. Walau demikian, Anom selalu dapat naik kelas seperti teman – temannya yang lain, dan mampu menyelesaikan pendidikan dasarnya sehingga kemudian dapat melanjutkan sekolah di SMPN 1 Seririt.

Pada saat hari kelulusan tiba, Anom dinyatakan lulus SMP dan dapat melanjutkan studinya di SMA yang berjarak 3 kilometer dari rumahnya.

Tiba – tiba sang ayah memanggil Anom, dan mengatakan bahwa Anom harus berhenti karena orangtua tidak mampu.

Di bebani dengan syarat itu, seketika hati Anom terluka, masa depannya seolah terberangus, Ia marah merasa sebagaiu anak terakhir yang diperlakukan berbeda dari semua saudaranya hingga tega untuk memutuskan kesempatannya bersekolah di SMA.

Rasa kecewa menghantamnya, akhirnya Anom pergi dari rumah naik truk menuju Denpasar. Setiba di Denpasar, truk berhenti di sekitar terminal Ubung dan Anom juga turun disana. Ia melanjutkan perjalanan mengikuti langkah kakinya. Berkilo – kilo berjalan di belantara kota menelusuri jalan yang baru pertama kali dipijaknya tidak membuat gentar hati Anom untuk terus melangkah mengawali petualangan nasib tanpa sanak keluarga.

Dalam perjalanan itu rasa haus cukup tuntas dengan hanya minum air sungai yang mengalir di antara pematang sawah yang terlalui. Perut lapar tak dihiraukannya, Anom terus berjalan dan berjalan semakin jauh hinnga sampai kakinya merasa teramat letih dan berhenti tepat di depan gardu Pos SATPAM Hotel Rani di Sanur. Anom beristirahat sebentar sambil mulai berpikir langkah selanjutnya.

Beberapa saat istirahat akhirnya Anom memutuskan untuk menetap dan menumpang sementara di Pos SATPAM itu, matanya mencari – cari apa yang bias dilakukannya untuk menarik perhatian karyawan, petugas atau siapa saja di Hotel Rani hingga Ia dapat memperoleh makanan untuk mengganjal perutnya yang kosong. Dan karena alas an inilan, Anom bangkit dari duduknya dan segera dengan tekun memunggutu sampah dan membersihkan halaman taman di sekitar gardu pos. Tidak banyak yang diharapkan dari Anom, Ia hanya ingin menunjukkan tekad untuk bekerja dan berusaha menujukkan keberadaannya disana bermanfaat dan berguna, hingga bias saja nantinya akan muncul kesempatan terbuka untuknya.

Keberuntungan menyertai Anom saat itu, aksi bersih – bersihhya dilihat langsung oleh pemilik Hotel Rani yang kemudian langsung menghampirinya. Kesempatan ini dimanfaatkan Anom untuk meminta izin agar diperbolehkan menumpang di Pos SATPAM sambil sebelumnya menceritakan ikhwal kisah perantauannya dari Buleleng hingga tiba di Sanur.

Dengan janji ikut menjaga keamanan dan kebersihan di sekitar Pos SATPAM, Anom pun diizinkan menetap di sana. Keesokan paginya, tanpa diperintah dengan sigap Anom telah mencuci bersih mobil pemilik Hotel Rani, laluy diteruskannya pada mobil – mobil para tamu yang ada. Dan khusus untuk mobil para tamu hotel itu, anom meminta imbalan jasa cuci kepada pemilik mobil sebelum mereka berangkat berwisata dengan armada yang bersih. Dari kerja mencuci tersebut Anom mulai dapat mengumpulkan uang yang lumayan, paling sedikit Rp.2.500,00 ada dikantongnya. Jumlah yang tergolong besar kala itu mengingat sebungkus nasi dan kopi saja tidak lebih seharga Rp.75,00. maka tak heran bila kemudian Anom merasa betah dan giat melakoni profesi sebagai tukang cuci mobil dari hotel ke hotel di sekitar hotel Rani di Sanur.

Hampir 2 tahun sudah kiprah mencuci kendaraan ini dijalani Anom, sampai kemudian Ia harus rela untuk berhenti dari pekerjaan menguntungkan itu hanya karena fisiknya tak mampu lagi bertahan dari serangan rheumatic akut akibat terlalu lama bergumul dengan air. Sakit dan menganggur, kemudian Anom memutuskan untuk tinggal menumpang di rumah pamannya., seorang pengusaha konfeksi kecil – kecilan yang sempat beberapa kali Ia singgahi beberapa waktu sebelumnya semasa Anom masih tinggal di Pos SATPAM Hotel Rani. Mondar mandirnya Anom ke konfeksi pamannya kala itu disebabkan karena rupanya disana bekerja seorang gadis asal Buleleng teman satu SMP Anom dahulu yang membuat Ia jatuh cinta, bernama Ketut Mastrining.

Selama tinggal bersama pamannya, Anom turut membantu segala pekerjaan konfeksi dengan ikhlas meski tanpa upah. Dapat tinggal dan makan serta berdekatan dengan Ketut Mastrining, seorang tukang jahit di konfeksi itu sudah membuat Anom bahagia. Namun walau begitu besar cinta Anom kepada Mastrining, gadis ini selalu menolaknya. Ia kenal betul siapa Anom, anak yang nakal dan keras kepala sewaktu SMP, suka membredeli buku teman – temannya dan menjadi langganan mendapat hukuman di sekolah, Mastrining tidak yakin bahwa Anom dapat berubah, apalagi terdengar kabar bahwa Anom adalah pemuda lontang – lantung tanpa masa depan.

Geram direndahkan begitu, Anom kembali bertekad menunjukkan bukti pada Mastrining bahwa Ia telah berubah dan mampu menjadi sesuatu hingga pantas mendapat cintanya. Dengan semangat itu, Anom memberanikan diri datang menemui Pak Sidharta pemilik Konfeksi Sidharta yang kerap memberi pekerjaan jahitan di konfeksi pamannya. Melihat kesungguhan pemuda yang ingin sekali bekerja, Pak Sidharta memberi kesempatan kepada Anom menjadi pegawainya dengan tugas pertama sebagai karyawan lapangan mengambil dan mengantar keperluan jahitan. Selama mengabdi di konfeksi Sidharta, Anom diberlakukan sangat baik, sehingga Ia berusaha keras menunjukkan kerja sebaik – baiknya dan belajar banyak hal dari pak Sidharta yang selalu memberikan petuah – petuah untuk memotivasinya. Berkat itulah wawasan Anom perlahan terbuka hingga jauh melampaui kedewasaan pemuda seusianya.

Berbekal kepribadian yang matang itu, Anom mengutarakan cintanya pada Ketut Mastrining, Ia meyakinkan bahwa cintanya kelak akan terbuka sebuah masa depan yang pasti.

Dan akhirnya Anom pun mengakhiri masa lajangnya dan menikahi Mastrining, lalu memboyongnya di sebuah rumah kontrakan di Jalan Tukad Irawadi sambil memulai usaha konfeksi Sidharta. Lambat laun usaha konfeksinya berkembang dan mulai menerima order dari pabrik garment, kantor serta hotel – hotel, dimana peningkatan ini mendorongnya pindah ke tempat yang lebih besar di Jalan Pakis Haji, Tanjung Bungkak Denpasar kisaran awal tahun 90-an. Memasuki tahun 1992 dengan tekad untuk melebarkan pangsa pasar dan mendekati pasar umum untuk membangun kesinambungan operasional usaha konfeksinya, maka Anom didukukng istrinya memberanikan diri membuka toko baju kaos di Jalan Nusa Indah Denpasar dan memberikan trade mark usaha konfeksinya dengan nama Cok Konfeksi yang berlokasi tak ajuh dari areal Gedung Art Centre sebagai pusat kegiatan pesta seni dan budaya Bali. Dengan hak penuh kepemilikan ini, Cok Konfeksi semakin tajam membangun jaringan kerja dan menggali order keberbagai lini pangsa pasar, hingga dalam kurun waktu yang tak terhitung lama, nama Cok Konfeksi telah mampu diperhitungkan sebagai salah satu industri besar di Bali yang menjadi pembuka gerbang kesuksesan pemuda asal Buleleng ini yang kemudian akrab dipanggil dengan sebutan Pak Cok persis seperti nama usaha konfeksi miliknya. Mengawali keberhasilan hidupnya iti, Anom meluruskan hati dengan mawas pada dirinya untuk menunjukkan bakti kepada orang tuanya di desa. Ia telah menyadari bahwa sesungguhnya dahulu ayahnya bermaksud baik kepadanya dan justru karena itulah apa yang dulu Ia anggap sebagai amarah kini telah berbalik menjadi segunung berkah.

Sementara dalam bidang usaha, rupanya industri konfeksinya semakin maju pesat dari athun ke tahun. Saat itulah berkat hasil terkumpul dari kerja keras, ketekunan, kesabaran, kejelian membaca peluang dan didukung sikap dasar kreativitas dan inovasinya, Anom menggagas sebuah ekspansi usaha yang lahir dari ide cerdas untuk memanfaatkan arus wisatawan yang berkunjung ke Bali. Dalam benak Anom tergambar niatan membuat sebuah sentral oleh – oleh khas Bali yang menyediakan semua pernak- pernik khas Bali. Seperti: aneka camilan, kaos anak – anak dan dewasa, batik, tas kreasi, alat musik tradisional, aksesoris pria dan wanita, bedcover, lukisan, kain pantai, laying – laying, kerajinan kayu, alas kaki hingga frame foto, termasuk beragam kaos made in Cok Konfeksi.

Ide itupun kemudian berhasil terealisai dengan dibukanya sebuah pusat oleh – oleh Bali yang bernama Krisna Oleh – Oleh Khas Bali pada tanggal 16 Mei 2007 di Jalan Nusa Indah No. 77 Denpasar – Bali. Dari sanalah lalu terpikir oleh Anom untuk mulai merintis produksi baju kaos sendiri sebagai cenderamata khas Bali bergambar karikatur didesain unik secara khusus melibatkan para designer terkemuka. Dan benar saja, persis seperti prediksinya, segmen oleh – oleh khususnya berupa baju kaos khas Bali yang dibuat konfeksinya meledak diminati pasar. Melihat banyaknya antusiasme wisatawan yang datang berkunjung dan membeli baju khas karikatur Bali ini membuat Krisna Oleh – Oleh Khas Bali sukses besar dengan penjualan melampaui target yang ditentukan. Disamping itu beragam oleh – oleh khas Bali lainnya yang tersedia lengkap juga tidak kalah menyedot minat para pengunjung. Karena besarnya minat dan animo masyarakat, Anom bertekad mengembangkan jelajah dagangannya menjadi lebih besar mengikuti perkembangan pasar.

Untuk itulah ia lalu menggandeng rekanan pemilik property di kawasan Jalan Nusa Kambanagan Denpasar untuk bekerjasama mendirikan Krisna Oleh – Oleh Khas Bali yang ke dua yang dirancang matang dengan areal parkir yang luas, sarana belanja yang lapang serta berbagai fasilitas kenyamanan berbelanja berikut sebuah rumah makan dikonsep tertata.

Menyadari cukup banyaknya minat konsumen dengan produk yang dimiliki Krisna Oleh – Oleh Khas Bali satu di Jalan Nusa Indah dan potensi pasar yang besar, maka kemudian terealisasilah Krisna Oleh – Oleh Khas Bali di Jalan Nusa Kambangan 160 A Denpasar pada tanggal 16 Mei 2008 yang mengawali gaung kesuksesan besar Anom.

Dalam waktu yang relatif singkat, nama Krisna Oleh – Oleh Khas Bali cepat populer, jaringan kerjasama yang dibangun Anom dengan praktisi pariwisata dan komponen pendukungnya seperti biro perjalanan, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan juga para pengemudi jasa angkutan wisata, taxi dan sebagainya dirasa sebagai terobosan jitu semakin mentenarkan nama Krisna Oleh – Oleh Khas Bali sebagai pusat belanja oleh – oleh khas Bali dengan harga murah bermutu yang tidak pernah sepi dari serbuan pengunjung.

Belum berakhir disini, keberhasilan Krisna Oleh – Oleh Khas Bali Nusa Kambangan kembali memacu gairah wirausaha Anom untuk mempersembahkan sebuah mega areal pusat belanja oleh – oleh terbesar di Bali.

Benar saja, bermula dari keagresifan dan semangat pantang menyerah akhirnya pada tanggal 16 Mei 2009 diresmikan sebuah imperium dagang mega outlet pusat perbelanjaan Krisna Oleh – Oleh Khas Bali di kawasan Sunset Road Kuta, yang sengaja dibangun untuk memudahkan dan memanjakan para wisatawan untuk berbelanja memperoleh cenderamata khas Bali dengan nyaman, hemat di tempat yang respresentatif dengan keindahan sunsetnya. Belum juga berakhir sampai disitu, dengan segala ketulusan hati ingin menampung tenaga kerja dan menyalurkan hasil karya pengrajin lebih banyak lagi, Anom memperluas lagi areal Krisna Oleh – Oleh Khas Bali Sunset Road tersebut menjadi dua kali lipat ( seluas 1000 m2 ) sehingga semakin menguatkan gaung Krisna Oleh – Oleh Khas Bali sebagai pusat oleh – oleh terbesar di Pulau Dewata.

Terinspirasi dari denyut kehidupan dikawasan Kuta yang tak pernah padam, muncul dinenam Anom untuk mengikuti irama kehidupan. Tahun 2010 didirikanlah Krisna Oleh – Oleh Khas Bali yang ke empat dengan nama Rama Krisna Oleh – Oleh Khas Bali dengan konsep buka 24 jam non stop.

Ini menandakan kehidupan pariwisata Bali yang tidak akan pernah berhenti.

Kini di tengah kebesaran industri dagang yang berkibar itu, Anom tidak kehilangan kearifannya, Ia semakin banyak melibatkan diri pada kegiatan sosial dan berada di balik banyak bantuan bagi mereka yang kurang mampu, panti asuhan dan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Ia ingin membagi berkah yang telah dititipkan Tuhan kepadanya, menebarkan keseimbangan hidup dengan kebaikan yang tulus sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta yang telah menggariskan perjalanan hidupnya dengan mengubah amarh menjadi limpahan berkah.

 

DATA PRIBADI

Nama : Gusti Ngurah Anom
Tempat / Tanggal Lahir : Buleleng, 5 Maret 1971
Agama : Hindu
Pekerjaan : PengusahaCok Konfeksi
Jl. Nusa Indah No. 79 Denpasar – Bali

Krisna Oleh-Oleh Khas Bali
Jl. Nusa Indah No. 77 Denpasar – Bali
Jl. Nusa Kambangan No. 160 A Denpasar – Bali
Jl. Sunset Road Kuta – Bali
Jl. Raya Tuban Kuta – Bali

Menikah : 1990
Istri : Ketut Mastrining
Anak : 4 Orang
Hobby : Bekerja
Pesan : Kembangkan usaha dan saling membantu menuju keberhasilan bersama

No Comments

Nomor Telepon dan Alamat Hotel Maharani 2

Posted on June 18th, 2011 by , under Informasi.

Hotel Maharani 2

Jl. Pantai Kuta Gg Wina, Kuta
Kuta/Badung
No. Telepon: (0361) 756288

No Comments

« Older Entries   Recent Entries »