Paket PROMO LIBURAN BALI - Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 - PESAN SEKARANG, SEBELUM HABIS!!
Powered by MaxBlogPress 

Archive for 'Berita'

Bupati Gianyar Terima Piagam Perdamaian dan Penghargaan dari Anak-Anak

Posted on August 4th, 2011 by , under Berita.

Bupati Gianyar, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, kembali menerima penghargaan. Kali ini penghargaan dari Perhimpunan Anak-anak Gianyar dan Piagam dari Rakyat Kecil, serta duplikat sepeda ontel pada acara Peringatan Hari Anak Nasional di Taman Kota Ciung Wanara Gianyar (24/7).

Perhimpunan Anak-anak Gianyar memberikan penghargaan Kepada Bupati Gianyar  sebagai The Best Bupati dalam bidang membina anak-anak bangsa dalam bidang pendidikan, sosial, dan budaya dalam rangka hari anak nasional. Sementara Piagam perdamaian diraih karena kepedulian bupati pada kepentingan rakyat kecil, dalam usaha mewujudkan kesejahteraan rakyat, dalam bidang sosial, pendidikan, kesejahteraan, perdagangan, dari golongan bawah dan menengah.

Penghargaan dan piagam tersebut  diserahkan secara spontan oleh anak-anak pada Bupati Gianyar, seraya mendoakan dan berharap dapat menjadi tauladan dan pemacu semangat untuk memperoleh prestasi lainnya.

Bupati Gianyar nampak begitu terharu atas apresiasi anak-anak, dan Beliau berharap bisa mewujudkan harapan dan keinganan dari anak-anak Gianyar.

Perayaan Hari Anak Nasional di Kabupaten Gianyar kali ini dimeriahkan dengan kegiatan jalan santai yang diikuti siswa SD, SMP dan SMA Gianyar, lomba menggambar anak-anak TK, serta berbagai kegiatan hiburan lainnya. Pada kesempatan itu  juga bupati meresmikan Kawasan Bebas Kendaraan atau Car Free Day dan Peluncuran Buku Surat Untuk Bupati Gianyar.

Terkait dengan Peresmian Kawasan Bebas Kendaraan, Bupati Gianyar, berharap setelah melalui masa uji coba selama beberapa bulan, antusiasme masyarakat terus meningkat terhadap kawasan bebas kendaraan ini. Car Free Day atau Kawasan bebas kendaraan ditetapkan tiap Hari minggu pagi pukul 06.00 – 09.00 Wita dengan rute depan Kantor BPD Gianyar – Taman Kota Ciung Wanara hingga sebagian jalan Bay Pass Buruan.

Bupati Gianyar menekankan pelaksanaan Car Free Day sebagai wujud kepedulian terhadap generasi muda khususnya anak anak dalam mengapresiasikan dirinya. Car Free Day diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas pada anak-anak dalam berinteraksi dengan lingkungannya melalui kegiatan bermain maupun berolahraga.

Sementara peluncuran Buku Surat Untuk Bupati yang betepatan dengan peringatan hari anak nasional, Bupati menyampaikan apresiasi yang sebesar besarnya kepada seluruh siswa-siswi di Gianyar yang telah mengirimkan surat hingga terkumpul sebanyak 40.000 surat. Setelah melalui seleksi dan dibacakan langsung di Kantor Bupati Gianyar pada bulan Oktober 2010 lalu, sebanyak 20 surat terbaik kemudian dijilid dan dijadikan sebuah buku dengan judul “Surat Untuk Bupati”, terang Bupati Gianyar.

Ditambahkan, melalui surat yang ditulis dan dibukukan, para siswa akan semakin meningkatkan rasa cinta dan kepeduliannya terhadap Kabupaten Gianyar. Sehingga generasi muda sebagai penerus pembangunan dapat terlibat langsung dalam proses pembangunan di Kabupaten Gianyar. (Humas Gianyar)

Sumber : http://www.gianyarkab.go.id/bupati-terima-piagam-perdamaian-dan-pengharagaan-dari-anak-anak/

No Comments

BALI POST GELAR DISKUSI PERKEBUNAN BULELENG

Posted on August 4th, 2011 by , under Berita.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Buleleng bekerjasama dengan Balipost menyelenggarakan diskusi bertajuk “Pengembangan Perkebunan dan Hortikultura di Kabupaten Buleleng” di kantor setempat pada  hari Jumat (29/7). Diskusi yang menghadirkan Bupati Buleleng Drs. Putu Bagiada, MM sebagai salah satu narasumber itu merupakan diskusi dalam rangka HUT Bali Post ke-63.

Bupati Buleleng menyambut baik diskusi tersebut. Menurutnya, diskusi itu sangat penting dilakukan   untuk mengembangkan potensi perekebunan yang dimiliki Buleleng. “Sebagai daerah yang memiliki beragam potensi perkebunan, sudah seharusnya diadakan sebuah forum diskusi untuk mengembangkan potensi perkebunan Buleleng,” katanya. Dalam kaitan itu, Bupati memaparkan potret perkebunan di Buleleng, serta permasalahan dan pemecahannya yang telah dilakukan oleh Pemkab. Buleleng.
Perwakilan Bali Post, Gusti Alit Purnata menjelaskan diskuisi ini merupakan diskusi ke 7 kali dari 9 kali diskusi yang diselenggarakan di Bali, disembilan kabupaten. Tujuan diskusi  adalah untuk membukukan berbagai informasi baik keberhasilan, kendala, serta solusi yang berhubungan dengan hal perkebunan di seluruh Kabupaten di Bali.

Turut ambil bagian dalam diskusi itu,  kadis Hutbun Ir. I Komang Gde Yasa, Camat Buleleng, beberapa Ketua Asosiasi Komoditas Petani di Buleleng seperti Asosisasi Petani Kopi, Asosisasi Petani Cengkeh, Asosisasi Petani Mangga, dan Asosisasi Petani Tembakau. (Penulis: yedi | Editor: adt)

Sumber : http://www.bulelengkab.go.id/arsip-berita/1506-bupati-buleleng-soroti-perkebunan-di-buleleng-

No Comments

133 Kaur Desa se-Kabupaten Tabanan Kunjungi Desa Jumoyo

Posted on August 4th, 2011 by , under Berita.

www.balirc.com - Tabanan – Setelah dilaksanakan Bimbingan Teknis (Binktek) sehari, para Kepala Urusan (kaur) peserta bintek melanjutkan kegiatan dengan mengadakan study banding ke Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (30/7) lalu. Rombongan diterima dibarak pengungsian warga setempat yang menjadi korban lahar dingin.

Ketua Panitia kegiatan  Ir. I Wayan Dika Sumantra menyatakan kedatangan rombongan Kaur Desa ini bertujuan untuk dapat melihat secara langsung dampak bencana banjir lahar dingin yang menimpa warga masyarakat Desa Jumoyo. “Kami dari Tabanan ingin berbagi kesedihan  atas penderitaan saudara-saudara kami disini. Kami berharap saudara-saudara kami disini tetap tabah menghadapi bencana yang menimpa kita semua disini,” ujar Dika.

Dika memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi mengatasi permasalahan yang menimpa warga Desa Jumoyo, utamanya perangkat desa setempat yang gigih untuk tetap membangun desanya yang tertimpa bencana. “Kami semua  berdoa semoga warga Desa Jumoyo dapat keluar dari kesedihan dan dengan cepat kembali melaksanakan  pembangunan didesa ini, karena pembangunan tidak boleh berhenti”, imbuhnya.

Sementara itu Wakil Forum Perbekel Kabupaten Tabanan, I Wayan Alit Sutama, S.Sos, menambahkan, dipilihnya Desa Jumoyo sebagai lokasi study banding oleh para Kaur di Tabanan, karena Desa Jumoyo, dipandang bisa  dijadikan panutan dalam kegiatan membangun desa bagi rombongan para kaur dari Tabanan. ”Kami memilih Desa Jumoyo sebagai objek study banding, karena bagi kami desa ini dapat kami ajak saling berbagi informasi guna mengembangkan pembangunan dimasing-masing desa setelah kami kembali dari sini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu rombongan juga menyerahkan sumbangan berupa dana tali kasih kepada Kepala Desa Jumoyo, H.Sungkono. Kepala Desa Jumoyo,  H. Sungkono di dampingi Kasi Pembangunan Desa Jumoyo, Ismadi mengucapkan selamat datang dan rasa terima kasih atas kedatangan dari rombongan yang telah menyempatkan diri datang ke desanya. “Desa Jumoyo terkena bencana lahar dingin yang mengakibatkan 107 rumah penduduk hancur  serta sudah  mengungsi  selama  kurang lebih delapan bulan”, tambahnya.

Sumbangan yang diberikan nantinya akan digunakan untuk pembuatan batako, sehingga warga yang rumahnya hancur dapat membangun kembali rumahnya.@humas tabanan.

Sumber : http://www.tabanankab.go.id/berita/umum/711-133-kaur-desa-se-kabupaten-tabanan-kunjungi-desa-jumoyo

No Comments

Demi APEC 2013, BIP akan Bangun Hotel Anti Peluru

Posted on July 11th, 2011 by , under Berita.

Walaupun proyek pembangunan Bali International Park (BIP) Jimbaran mengundang pro dan kontra, sepertinya mulainya proyek khusus untuk APEC ini akan tinggal menghitung waktu.

Keppres untuk pembangunan BIP sudah turun beberapa bulan yang lalu diikuti dengan persetujuan dari pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten Badung.

Dikutip dari Vivanews.com, khusus untuk hotel tempat tinggal presiden peserta APEC akan menggunakan bahan yang anti peluru.

Mega proyek ini menurut beberapa pihak tidak hanya ditujukan untuk kepentingan APEC semata, tetapi juga paska pertemuan tersebut tetap bisa dikomersilkan. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing wisata Bali dengan Singapura, Malaysia dan Thailand.

No Comments

Gede Winasa Divonis Bebas

Posted on July 1st, 2011 by , under Berita.

Mantan Bupati Jembrana akhirnya bisa menghirup udara segar sementara waktu menyusul vonis bebas yang dikeluarkan hakim di pengadilan Negeri Negara, jumat (1 Juli 2011).

Sebelumnya Gede Winana sempat dituntut hukuman penjara selama 6 tahun plus denda. Setelah keputusan hakim di pengadilan negeri ini, JPU menyatakan masih pikir-pikir untuk melakukan banding.

Seperti apa kelanjutan kasus yang konon kabarnya bernuansa politis ini?

No Comments

Meriah : Lomba Merangkai Bunga dan Janur Dalam PKB Tabanan

Posted on June 6th, 2011 by , under Berita.

Tabanan – Kehadiran Istri Wabup Tabanan Nyonya Sanjaya beserta Ni Made Rahayuni selaku anggota DPRD Tabanan semakin manambah semarak dan semangat para peserta lomba yang dilaksanakan dalam rangka PKB (Pesta Kesenian Bali) kabupaten Tabanan pada Minggu 29/05/2011 bertempat di Gedung Kesenian I Ketut Maria.

Berbagai macam kegiatan lomba yang bertemakan tradisi dan berkaitan erat dengan aspek keagamaan telah digelar dengan diwakili oleh semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan. Nyonya Sanjaya dalam kesempatan tersebut menyambut positif lomba-lomba yang dilaksanakan tersebut, karena hal tersebut merupakan wujud pelestarian dari tradisi luhur yang telah ada. Selain itu, lomba ini juga merupakan wujud dari berbagai macam budaya yang ada di Tabanan, sehingga sudah sepatutnya untuk terus dikembangkan.

PKB Tabanan yang digelar kali ini dilaksanakan selama tiga hari yang dimulai dari 28 Mei lalu hingga 30 Mei 2011. Digawangi oleh Dinas Budaya dan Pariwisata Pemkab Tabanan, PKB Tabanan kali ini melaksanakan beberapa lomba yang akan maju mengikuti PKB tingkat provinsi yang akan digelar Juni mendatang. Beberapa lomba yang telah digelar Minggu kemarin antara lain; lomba membuat Tamiang Kuningan dengan pemenang dari Kecamatan Selemadeg Timur atas nama Ni Kadek Puspita Dewi dan Ni Made Ripa Handayani. Lomba membuat Sampian Penjor Galungan dengan pemenang dari Kecamatan Selemadeg Timur atas nama Desak GD Ayu Putri Indrayanti dan Ni Wayan Henny Lestari. Lomba Membuat Jajan Pasung dengan pemenang dari Kecamatan Marga atas nama Ni Wayan Lestari. Lomba membuat Jajan Blebes dengan pemenang dari Kecamatan Selemadeg Barat atas nama Ni Putu Setia Surasmini. Lomba memasak serba ikan dimenangkan oleh Si Luh Made Laksemini, SE dari Kecamatan Kerambitan.

Kegiatan lomba yang digelar ini dinilai oleh team juri dari kantor Agama, Mapindo, serta SMK Dwi Tunggal Tabanan. @humas Tabanan.

Sumber : http://www.tabanankab.go.id/berita/budaya-dan-pariwisata/608-meriah-lomba-merangkai-bunga-dan-janur-dalam-pkb-tabanan

No Comments

98% GM Hotel-Hotel di Bali Orang Bule

Posted on May 10th, 2011 by , under Berita.

Diberitakan oleh Beritabali.com, hampir 98 % dari GM hotel-hotel di Bali dipegang oleh expatriates atau orang asing yang bekerja di Bali. Belum jelas apakah sudah ada penelitian mengenai persentase ini, atau apakah hotel-hotel berbintang saja yang dimasukkan dalam kategori penghitungan.

Seperti diketahui, khususnya di kawasan hotel mewah dan berbintang, umumnya jabatan General Manager ditempati oleh orang asing. Hal ini kemungkinan besar diakibatkan karena kurang mampunya SDM lokal bersaing di pasar global. Mengingat kebanyakan hotel-hotel berbintang memiliki client orang asing yang menginap, sehingga akan lebih mudah menjangkau “pasar” dengan melibatkan orang asing di jajaran top management.

Orang asing juga banyak ditemukan bekerja sebagai Sales atau GRO (Guest Relation Officer), yang kebanyakan orang Jepang atau Rusia.

Gubernur Bali Mangku Pastika dikutip dari Beritabali.com mengatakan bahwa harus dicari penyebab mengapa sumber daya lokal tidak bisa menempati jajaran top management di hotel-hotel di Bali.

Hmm, sepertinya banyak hal yang harus dipersiapkan jika ingin “memasukkan” orang lokal ke level top management, terutama jam terbang dan kemampuan management. Betul?

No Comments

Kabupaten Dairi Belajar Pelayanan di Gianyar

Posted on May 6th, 2011 by , under Berita.

www.balirc.com – Staf Ahli bidang ekonomi, Dewa Mahayasa menerima rombongan study banding Kabupaten Dairy, Sumatera Utara di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar (04/05).

Pemerintah Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mengunjungi Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk melakukan study banding pelayanan terpadu. Hal tersebut diungkapkan Sekda Kabupaten Dairy, Arsenius Marbun. Menurut Arsenius, rombongan terdiri dari para Camat se-Kabupaten Dairi dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Dairi, memilih Gianyar sebagai wilayah perbandingan karena dari informasi yang diterima Kabupaten Gianyar dinilai memiliki standar pelayanan sesuai SOP (Standart Operational Procedur). Di samping BPPT Kabupaten Gianyar akan menerapkan system pelayanan satu pintunya. Hal yang lebih di fokuskan adalah karena BPPT yang kini yang telah berstatus sebagai badan sedangkan di Kabupaten Dairi masih berbentuk Unit Pelayanan. Kabupaten Dairi memiliki wilayah yang luas, 192.780 ha sehingga pelayanan di serahkan kepada kecamatan, sehingga lebih memudahkan warga untuk memdapatkan pelayanan.

Dalam sambutannya, menurut Dewa Mahayasa, Kabupaten Gianyar tidak seperti Kabupaten Dairi yang memiliki wilayah yang luas. Dengan wilayah yang kecil, 36.800 ha (5 kali lebih kecil dari Kabupaten Dairi), Pelayanan di Kabupaten Gianyar cukup di pusatkan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) yang berada di tempat strategis sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat. Dewa Mahayasa menjelaskan bahwa Pelayanan di Kabupaten Gianyar, terutama di bidang perizinan sedang ditingkatkan. Dimulai dari berbentuk UPPTD (unit Pelayanan Perizinan Terpadu Daerah), Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) dan yang terakhir menjadi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) dengan system satu atap. Saat ini untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat akan dikembangkan system satu pintu, yakni standar pelayanan minimal, dimana pelayanan birokrasi yang cepat, murah dan berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan masyarakat. Substansinya perlu dilakukan penyederhanaan jalur  birokrasi tanpa meninggalkan pengawasan dari  instansi teknis bagi warga, khususnya  investor, agar bisa menunjang peningkatan iklim investasi di Kabupaten Gianyar.

Lebih lanjut menurut Dewa Mahayasa, dengan system satu pintu semua pelayanan salesai di satu tempat, mulai pengajuan berkas, proses, hingga penandatanganan, sehingga sangat efektif dan efisien.(Humas Gianyar)

Sumber : www.gianyarkab.go.id

No Comments

Made Taro dan Permainan Anak

Posted on May 4th, 2011 by , under Berita.

Indosiar.com, Denpasar – Dunia anak, adalah dunia yang selalu lekat dengan permainan dan keceriaan. Sayangnya, saat ini anak-anak mulai kehilangan ruang, yang dapat mereka jadikan tempat bermain dengan leluasa dan aman, terlebih bagi anak – anak yang tinggal di perkotaan. Permainan mereka-pun cenderung mengarah kepada permainan modern, yang semuanya serba elektronik, sehingga perlahan – lahan, permainan tradisional anak-anak yang sempat dikenal generasi orang tua mereka, menjadi asing dan tidak lagi mereka kenal.

Keprihatinan terhadap merebaknya permainan anak modern, dan mulai ditinggalkannya permainan anak tradisional, menjadi kegelisahan Made Taro, seorang pensiunan guru, yang sejak tahun 1979, atau 24 tahun lalu, dengan tekun mendampingi anak – anak sekitar kota Denpasar, Bali, dan mengajarkan berbagai permainan tradisional Bali kepada mereka.

Seperti sore hari itu, Made Taro bersama sekitar 50 orang anak-anak yang tergabung dalam sanggarnya, kembali berkumpul dan bermain bersama dalam sebuah latihan rutin, yang mereka lakukan di halaman Sekolah Dasar 8 Dauh Puri, di Kota Denpasar. Dengan ditemani alat musik tradisional tingklik, dan beberapa alat bantu permainan sederhana, kerumunan anak-anak yang tampak bersemangat dan berseri-seri ini, memulai permainan mereka, setelah terlebih dahulu berdoa.

Permainan pun dimulai dengan terlebih dahulu membagi anak-anak dalam kelompok – kelompok kecil yang beranggotakan 6 orang. Mereka yang tidak berhasil mendapatkan kelompok, akan menjalani hukuman yang disepakati bersama.

Dalam setiap permainan yang mereka mainkan, selalu dibarengi dengan alunan musik dari tingklik yang dimainkan Made Taro, serta diiringi lantunan tembang berbahasa Bali dari anak-anak asuhannya, yang tergabung dalam kelompok bermain miliknya, sanggar kukuruyuk. permainan yang diajarkan Made Taro, adalah permainan yang sederhana dan sesuai dengan kemampuan mereka, sehingga anak – anak mudah menangkap maknanya.

Berbagai permainan tradisional yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan ini, silih berganti mereka mainkan dengan penuh kegembiraan. Anak-anak ini terlihat sigap dan bersemangat, dalam menyelesaikan setiap permainan yang diajarkan kepada mereka.

Keinginan untuk mempelajari permainan tradisional ini, banyak datang dari kemauan anak-anak sendiri, namun demikian dukungan orang tua adalah faktor yang mutlak diperlukan.

Ratusan jenis permainan tradisional Bali telah diajarkan Made Taro kepada anak didiknya selama 24 tahun terakhir. Upaya ini sejalan dengan program Departemen Pendidikan Bali, yang memasukkan unsur permainan tradisional ke dalam mata pelajaran muatan lokal.

Begitu banyak pesan-pesan moral yang bisa disampaikan melalui permainan tradisional yang diajarkan kepada anak-anak ini. Pengenalan terhadap kehidupan sosial sejak dini, yang dipadu dengan berbagai jenis permainan tradisional yang menuntut kesigapan, kebersamaan dan kreatifitas anak, diharapkan mampu menjadi pondasi awal bagi mereka dalam menatap masa depan.(Idh)

Sumber : http://www.indosiar.com/ragam/39239/made-taro-dan-permainan-anak

No Comments

Bupati Jembrana Artha Geram, Panggung Baliho Didata

Posted on May 3rd, 2011 by , under Berita.

www.balirc.com – Maraknya reklame yang nempel disepanjang jalan jurusan Denpasar-Gilimanuk, khususnya yang tanpa ijin alias illegal membuat Bupati Jembrana, I Putu Artha geram. Akibatnya, Selasa(3/5), orang nomor satu di bumi mekepung ini langsung mengutus Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika untuk turun kelapangan.

Setelah tempat-tempat strategis yang disterilkan untuk pemasangan media promosi terutama yang bersifat komersil ternyata banyak dilanggar. Tidak itu saja, disepanjang jalan Nasional jurusan Denpasar-Gilimanuk juga panggung-panggung baliho dari ukuran kecil hingga ukuran baliho raksasa yang kerangkanya terbuat dari besi yang juga milik Pemkab. Jembrana ternyata juga hilang.

Diperbatasan Jembrana-Tabanan misalnya, sebuah panggung baliho yang masih berdiri di sisi selatan jalan, meski kerangkanya masih ada, namun alas kerangka baliho ukuran 4×6 meter yang terbuat dari aluminium ternyata juga sudah tidak ada lagi menempel.

Begitu juga ditempat lain seperti di tikungan Persil GOR kecamatan Pekutatan, lapangan bawah Pekutatan, termasuk panggung baliho yang ada di tikungan desa Yeh Embang kangin kecamatan Mendoyo berukuran 4×6 meter juga tidak diketahui kemana perginya.

Sangat disayangkan, panggung-panggung Baliho yang berada dijalur cukup ramai yakni, di tikungan Pergung dan tikungan di timur kantor Camat Mendoyo. Beberapa panggung baliho berbagai ukuran ternyata juga tidak diketahui sebab musababnya.

Selain panggung baliho yang menjadi sasaran dalam pendataan itu, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika yang diwakili kepala Bidang Komunikasi dan Informatka I Putu Ngurah Wirawan, langsung mendata pemasangan reklame-reklame yang dianggap melanggar aturan.

Selama pendataan berlangsung, puluhan reklama illegal berhasil diketemukan. Tragisnya lagi, selain reklama berupa pamflet dari berbagai perusahaan yang ditemukan tanpa ijin, ternyata pamflet-pamflet itu juga dipasang di pohon-pohon perindang jalan dengan dipaku.

“Kemarin (Senin-red) saya ditelpon pak bupati. Beliau beritahu bahwa sepanjang jalan nasional banyak ditemukan reklame yang ditempel di pohon-pohon perindang jalan. Kami tindak lanjuti dan melakukan pengecekan ke lapangan. Nah…, ternyata apa yang dikatakan pak Bupati itu benar. Reklame berupa pamflet tanpa ijin kita temukan terpaku dipohon-pohon perindang jalan, “ ungkap Putu Ngurah Wirawan.

Wirawan menambahkan, selain ditemukan puluhan reklama illegal dari berbagai perusahaan, juga ditemukan puluhan panggung baliho dari berbagai ukuran setelah dicek ternyata sudah tidak ada bekasnya. “Aduh kasihan…, kok dalam SK Bupati nomor 21 tahun 2007 itu dikatakan ada panggung baliho. Nanti kita laporkan saja dulu kepada kadis kita. Yang penting semua yang menyangkut sarana promosi milik Pemkab sesuai SK Bupati itu kita data dulu sampai klar, “ pungkasnya(Ekawiasa/Humas Jembrana)

Sumber : www.jembranakab.go.id

No Comments

« Older Entries