Cafe Miras dan Esek-Esek

Masih jelas di ingat saya, klo orang kampung seperti di desa saya menyebut “cafe” (biasanya diucapin cape, karena ngga bisa lafalin f), sebagai tempat jual minuman keras, plus pelayannya yang sexy, malahan bisa diajak esek-esek.

Kesan itulah yang saya lihat puluhan tahun lalu, saya masih kecil banget,  jauh sebelum kawasan desa atau kampung-kampung itu “berkembang”. TV belum banyak yg punya seperti sekarang. Jadinya pikiran orang-orang belum begitu banyak dipenuhi oleh tayangan-tayangan yang sebenarnya banyak tidak bermanfaat seperti sinetron-sinetron kejar tayang dan rating itu.

Kini..

Cafe yang sebelumnya di bayangin orang desa itu adanya cuma di kota besar seperti Denpasar, Kuta dll, sekarang malah mewabah hingga ke desa-desa. Ngga perlu ke kota nyari yg kaya gitu, sudah dibangun “pos-pos” terdekat. Di dekat desa saya saja ada cafe-cafe yang katanya plus-plus itu ada di desa Kekeran, Rangdu, Seririt dan sekitarnya.

Hohoho..bapak-bapak yang dulu kebanyakan kalem, sekarang sudah ada beberapa yang rajin ke cafe plus-plus ini. Tau kan kerjaannya orang di cafe seperti itu, minum-minuman keras, ngerayu cewek dan ujung-ujungnya berantem. Malahan sudah banyak nyawa orang Bali yang hilang karena si cafe ini. Ohh, ngga ngerti juga sama pemerintah neh, terutama di desa-desa. Kok yang seperti itu dibiarkan tumbuh, padahal kasus kekerasan sering terjadi di tempat itu.

Padahal Gubernur sudah tegas bilang ke bupati untuk menertibkan cafe-cafe liar dan plus-plus itu. 99% bikin masalah, bukan memberi manfaat. Tapi cafe-cafe ini sengaja sepertinya dibiarkan, karena yang kelola biasanya dianggap preman lokal, badannya bertato, sangar dan kesan lainnya. Jadinya daripada bikin masalah sama tuh orang, lebih baik dibiarkan.

Kasus terakhir terjadi di desa Rangdu, Seririt. Sangat memprihatinkan!! Polisi cuma menangkap pelaku kerusuhan saja, bukan pemilik cafenya. Kok cafe seperti itu dibikin, dibiarkan “hidup”. Heran saya, klo punya uang bikin usaha lain lah, kaya warung makan, bengkel, jual beli hasil pertanian dll. Atau bikin Cafe yang seperti ini, kan enak.  Yang tidak haram dan tidak merugikan Nyama Bali.

Kalau tidak ditutup, bisa-bisa kasus seperti di Songan vs Kawan, bisa makin banyak terjadi di daerah lain.

Ohh, tunggu saja dah seperti apa bakalan nasib cafe-cafe miras dan esek-esek ini, yang semakin hari semakin menjamur.

 

 

tempat esek esek di bali, esek-esek di bali, foto bugil cewek cafe, Cewek kafe bugil, Gadis kafe foto bugil, poto2 cewek kape di bali, spa esek esek bali, pin bb cewek cafe di bali denpasar, pin bb cewek cafe, gambar cewek esek esek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>